NEGATIVE GROUP AFFECTIVE TONE DAN KREATIVITAS KELOMPOK: COLLECTIVE EFFICACY SEBAGAI PEMODERATOR

Penulis

Bagus Suripto

Pembimbing: T. Hani Handoko, M.B.A., Ph.D.; Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D.; Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.


ABSTRACT: The understanding of the factors that influence group creativity has been carried out since the 1990s. Group affective as an antecedent of group creativity is still a little done, and focuses on positive group affective tones (PGAT) based on affective events theory (AET). Negative affective group tone (NGAT), as another dimension of AET, is indicated to be an antecedent of group creativity. This study aims to examine the positive effect of NGAT on group creativity. In the context of group members not being able to get out of the group immediately, work deadlines, group diversity, and group member reputation, make NGAT a reason for group members to be forced to commit and work together. The purpose of the next study was to empirically examine the role of moderating collective efficacy on positive effects of NGAT on group creativity. NGAT influences group creativity inconsistently. Based on social cognitive theory, motivation for creative behavior is not limited to affective. The presence of collective efficacy can influence the relationship between NGAT and group creativity, in this case collective efficacy as moderation. This study used a sample of 73 groups from 15 organizations. The survey was conducted by filling out the questionnaire off-line survey by the respondents. The NGAT questionnaire and collective efficacy are filled by group members. The group creativity questionnaire was filled by group leaders. The instrument assessment uses the limitation of the factor loadings value of 0.50 and Cronbach's alpha at 0.7. Aggregation is carried out based on Rwg, ICC(1) and ICC(2) values to show consensus or agreement in groups and diversity of group consensus. Data analysis used Moderated Regression Analysis (MRA) with the SPSS program. The results showed that NGAT had no significant effect on group creativity. The mood of group members who are restless, unhappy, and sad is not enough to influence group creativity. Collective efficacy is moderating the relationship between NGAT and group creativity. In high collective efficacy makes a strong positive relationship between NGAT and group creativity. Conversely, low collective efficacy can make a weak positive relationship between NGAT and group creativity. The findings of this study indicate that collective efficacy can activate the positive effect of NGAT on group creativity. Control of collective efficacy by organizations is consistent, consistently collective efficacy shows its role in increasing group creativity.

INTISARI: Pemahaman terhadap faktor-faktor yang berpengaruh pada kreativitas kelompok telah dilakukan sejak tahun 1990-an. Afektif kelompok sebagai anteseden kreativitas kelompok masih sedikit dilakukan, dan berfokus pada positive group affective tone (PGAT) dengan berdasarkan pada affective events theory (AET). Negative group affective tone (NGAT), sebagai dimensi lain AET, diindikasikan dapat merupakan anteseden kreativitas kelompok. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh positif NGAT pada kreativitas kelompok. Pada konteks anggota kelompok tidak dapat keluar dari kelompoknya dengan serta-merta, tenggat waktu pekerjaan, keragaman kelompok, dan reputasi anggota kelompok, menjadikan NGAT sebagai alasan anggota kelompok untuk terpaksa berkomitmen dan bekerja sama. Tujuan penelitian berikutnya adalah menguji secara empiris peran pemoderasian efikasi kolektif pada pengaruh positif NGAT terhadap kreativitas kelompok. NGAT memengaruhi kreativitas kelompok secara inkonsisten. Berdasarkan pada teori kognitif sosial, motivasi untuk perilaku kreatif tidak terbatas pada afektif. Kehadiran efikasi kolektif (collective efficacy) dapat memengaruhi hubungan antara NGAT dan kreativitas kelompok, dalam hal ini efikasi kolektif sebagai pemoderasi. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 73 kelompok dari 15 organisasi. Survei dilakukan dengan mengisi lembar kuesioner secara off-line survey oleh responden. Kuesioner NGAT dan efikasi kolektif diisi oleh anggota kelompok. Kuesioner kreativitas kelompok diisi oleh pemimpin kelompok. Penilaian instrumen menggunakan batasan nilai factor loadings sebesar 0,50 dan Cronbach�s alpha sebesar 0,7. Agregasi dilakukan dengan berpedoman pada nilai Rwg, ICC(1), dan ICC(2) untuk menunjukkan adanya konsensus atau kesepakatan dalam kelompok dan keragaman konsensus kelompok. Analisis data menggunakan analisis regresi moderasian (Moderated Regression Analysis) (MRA) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NGAT berpengaruh tidak signifikan pada kreativitas kelompok. Suasana hati anggota kelompok yang gelisah, tidak bahagia, dan sedih belum cukup untuk memengaruhi kreativitas kelompok. Efikasi kolektif menjadi pemoderasi hubungan NGAT dengan kreativitas kelompok. Pada efikasi kolektif tinggi menjadikan hubungan positif kuat antara NGAT dan kreativitas kelompok. Sebaliknya, efikasi kolektif rendah dapat menjadikan hubungan positif lemah antara NGAT dan kreativitas kelompok. Temuan penelitian ini menunjukkan efikasi kolektif dapat mengaktifkan pengaruh positif NGAT pada kreativitas kelompok. Pengendalian efikasi kolektif oleh organisasi setimpal, secara konsisten efikasi kolektif menunjukkan perannya dalam peningkatan kreativitas kelompok.

Kata kunci Kata kunci: NGAT, inkonsistensi, efikasi kolektif, teori sosial kognitif, AET, tidak dapat serta-merta keluar, kerja sama, kreativitas kelompok.
Program Studi DOKTOR ILMU MANAJEMEN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Disertasi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali