PROFIL LABORATORIUM PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER DI RSUP Dr. SARDJITO TAHUN 2016-2017

Penulis

Christofel Joman Purba

Pembimbing: dr. Elizabeth Henny Herningtyas, MSi., Ph.D, Sp.PK; dr. Didik Setyo Heriyanto, Ph.D., Sp.PA(K)


ABSTRACT: Background: In 2012, liver cancer was the second leading cause of cancer death with an estimated nearly 746,000 deaths with 782,000 new cases worldwide. Liver cancer was ranked fifth in the highest number of cancer cases in men (554,000 cases, 7.5% of the total) and ninth in women (228,000 cases, 3.4% of the total). The type of liver cancer with the greatest incidence is hepatocellular carcinoma. Research related to demographic and laboratory profiles of hepatocellular carcinoma patients is still very minimal in Indonesia. Therefore, it is necessary to conduct research related to this topic to provide an overview of the condition of hepatocellular carcinoma patients in Indonesia Aim: To describe the laboratory profile of hepatocellular carcinoma patients before treatment at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta in 2016-2017 Method: This study was a retrospective study with a descriptive analytic design. This research was conducted by collecting data from the Medical Record Department and Clinical Laboratory Department at RSUP Dr. Sardjito. Result: From 145 subjects, it was found that the average age of hepatocellular carcinoma (HCC) patients was 53.4 (simbol -+) 11.9 years old and was dominated by men. 83.1% of patients had a low hemoglobin level with a mean of 11.16 (simbol -+) 2.37 g / dL. As many as 84.6% of patients experienced an increase in SGOT levels with an average of 206.98 (simbol -+) 229.89 U / L. There were 83.7% of patients experiencing hypoalbuminemia, with an average of 3.03 (simbol -+) 0.47 g / dL. Most patients (63.0%) experienced hyponatremia, with a mean sodium level of 129.51 (simbol -+) 5.16 mmol / L. As many as 67.8% of patients experienced an increase in the value of PT with an average of 19.14 (simbol -+) 5.20 seconds. There were 71.0% of patients experiencing an increase in INR with a mean of 1.48 (simbol -+) 0.52. Conclusion: Hepatocellular carcinoma is most common in the fifth decade of life and is more common in men. Most patients experience anemia and liver function disorders, characterized by an increase in SGOT levels, hypoalbuminemia, increased blood bilirubin levels and increased PT and INR.

INTISARI: Latar Belakang: Pada tahun 2012, kanker hati merupakan penyebab kematian oleh kanker tertinggi kedua dengan estimasi hampir 746.000 kematian dengan 782.000 kasus baru di seluruh dunia. Kanker hati menduduki peringkat kelima dalam jumlah kasus kanker terbanyak pada pria (554.000 kasus, 7,5% dari total) dan kesembilan pada wanita (228.000 kasus, 3,4% dari total). Jenis kanker hati dengan insidensi terbesar adalah karsinoma hepatoseluler. Penelitian terkait profil demografi dan laboratorium pasien karsinoma hepatoseluler masih sangat minim ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait hal tersebut untuk memberikan gambaran tentang kondisi pasien karsinoma hepatoseluler di Indonesia Tujuan: Mendeskripsikan profil laboratorium pasien karsinoma hepatoseluler sebelum dilakukan terapi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta pada periode tahun 2016-2017 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan rancangan penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data dari Instalasi Catatan Medik dan Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr. Sardjito. Hasil: Dari 145 subjek didapatkan bahwa rerata usia pasien KHS sebesar 53,4 (simbol -+) 11,9 tahun dan didominasi oleh laki-laki. 83,1% pasien memiliki kadar hemoglobin rendah dengan rerata sebesar 11,16 (simbol -+) 2,37 g/dL. Sebanyak 84,6% pasien mengalami peningkatan kadar SGOT dengan rerata sebesar 206,98 (simbol -+) 229,89 U/L. Terdapat 83,7% pasien mengalami hipoalbuminemia, dengan rerata sebesar 3,03 (simbol -+) 0,47 g/dL. Sebagian besar pasien (63,0%) mengalami hiponatremia, dengan rerata kadar natrium sebesar 129,51 (simbol -+) 5,16 mmol/L. Sebanyak 67,8% pasien mengalami peningkatan nilai PT dengan rerata sebesar 19,14 (simbol -+) 5,20 detik. Terdapat 71,0% pasien mengalami peningkatan INR dengan rerata sebesar 1,48 (simbol -+) 0,52. Simpulan: Karsinoma hepatoseluler paling banyak terjadi pada dekade kelima kehidupan dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Sebagian besar pasien mengalami anemia dan gangguan fungsi hati, ditandai dengan peningkatan kadar SGOT, hipoalbuminemia, peningkatan kadar bilirubin darah dan peningkatan PT serta INR.

Kata kunci karsinoma hepatoseluler, profil, hasil laboratorium, hematologi, fungsi ginjal, fungsi hati, elektrolit, hemostasis
Program Studi S1 KEDOKTERAN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali