ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN RANTAI PASOKAN STUDI KASUS DI PT PEMBANGKITAN JAWA BALI UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG

Penulis

Aris Kurniawan

Pembimbing: Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA.,


PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang (PT PJB UP Muara Karang) merupakan salah satu unit pembangkit listrik milik PT Pembangkitan Jawa Bali yang berlokasi di Jakarta. PT Pembangkitan Jawa Bali memiliki banyak pesaing untuk memproduksi listrik dengan harga yang paling rendah, aman, dan handal, sehingga diperlukan tata kelola pembangkitan yang baik. Salah satu tata kelola pembangkitan pada PT PJB UP Muara Karang adalah pengelolaan rantai pasokan, dimana merupakan faktor penting untuk keberhasilan perusahaan karena sangat mempengaruhi kemampuan untuk memberikan nilai pada pelanggan secara efekif dan efisien. Untuk itu diperlukan kriteria yang sesuai untuk mengukur kinerja pengelolaan rantai pasokan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan upaya peningkatan pengelolaan rantai pasokan di PT Pembangkitan Jawa Bali UP Muara Karang. Penilaian kinerja pengelolaan rantai pasokan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) berdasarkan data pada periode 2014 sampai dengan 2017. Melalui penggunaan SCOR, perusahaan dapat dengan jelas mendefinisikan Key Performance Indicator (KPI) dan meningkatkan kinerjanya. Metode gap analysis dan fishbone diagram digunkan untuk mencari tahu penyebab tidak tercapainya kinerja pengelolaan rantai pasokan sehingga upaya peningkatan kinerja dapat ditentukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan rantai pasokan PT Pembangkitan Jawa Bali UP Muara Karang belum optimal karena terdapat 2 proses level yang tidak terpenuhi pada model SCOR, yaitu proses level source (Responsiveness/Processing Time dan Cost/Cost Reduction) dan proses level return (Asset Management Efficiency/Inventory Level). Upaya prioritas untuk peningkatan kinerja pengelolaan rantai pasokan, antara lain memasukkan proses level source (Responsiveness/Processing Time dan Cost/Cost Reduction) ke dalam KPI perusahaan, pembuatan DPT (Daftar Penyedia Terseleksi) untuk pemasok atau vendor, dan penggunaan software IT yang teritegrasi dalam kegiatan pengelolaan rantai pasokan. Kata kunci: pengelolaan rantai pasokan, penilaian kinerja, model SCOR, gap analysis, fishbone diagram.

PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang (PT PJB UP Muara Karang) is one of PT Pembangkitan Jawa Bali power plant that located in Jakarta. PT Pembangkitan Jawa Bali has many competitors in producing electric power, which are low cost, safe, and reliable, thus it is needed good management of power plant. One of power plant management in PT PJB UP Muara Karang is supply chain management, which is an important factor for the success of the company because it greatly affects the ability to provide customer value effectively and efficiently. Because of that, appropriate criterias are needed to measure the performance of supply chain management. The goal of this study is to know the performance of supply chain management at PT Pembangkitan Jawa Bali UP Muara Karang. To assess the performance of supply chain management is using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) model based on data from 2014 to 2017. Through the use of SCOR, companies can clearly define the Key Performance Indicator (KPI) and improve its performance. The gap analysis method and fishbone diagram are used to find out the reason why supply chain management performance can not be achieved, but to determine the efforts of performance improvement. The results obtained indicate that the supply chain management performance of PT Pembangkitan Jawa Bali UP Muara Karang is not optimal yet, because there are 2 level processes that are not fulfilled in the SCOR model, namely the source process level (Responsiveness / Processing Time and Cost / Cost Reduction) and the return process level (Asset Management Efficiency / Inventory Level). Priority efforts could be performed by the company to improve the performance of supply chain management, including incorporating responsive (cost time) and cost (attribute reduction) attributes into the company's KPI, Making DPT (Daftar Penyedia Terseleksi) for suppliers or vendors, and using IT software integrated in supply chain management activities. Keywords: management of supply chain, performance assessment, SCOR model, gap analysis, fishbone diagram.

Kata kunci Kata kunci: pengelolaan rantai pasokan, penilaian kinerja, model SCOR, gap analysis, fishbone diagram.
Program Studi MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA) UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali