Analisis Knowledge Gap pada kegiatan penentuan pola tanam pada tingkat pelaksana (Daerah Irigasi Colo)

Penulis

Gregorius Gemong Rl

Pembimbing: Dr. Murtiningrum, STP. M.,Eng ; Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arief, M.Eng


Modernisasi irigasi di Indonesia diwujudkan dalam proses irigasi berkelanjutan dimana petugas OP dan P3A adalah pelaksana Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai bidangnya. salah satu tantangan dalam proses irigasi berkelanjutan adalah mengurangi kesenjangan pengetahuan pada pelaksana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan yang dimiliki pelaksana kegiatan dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan pada penentuan pola tanam di Daerah Irigasi (DI) Colo. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan responden PPA, P3A dan Juru irigasi di DI Colo. Analisis yang digunakan adalah analisis skala likert, uji validitas, uji reliabilitas dan analisis kesenjangan pengetahuan k-gap. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan yang dimiliki pelaksana kegiatan O&P iriganalysis I Colo berasal dari pengalaman dan pelatihan. Kesenjangan pengetahuan pada penentuan pola tanam di DI Colo dikategorikan menjadi tiga kriterai yaitu sesuai, cukup sesuai dan tidak sesuai. Dari 13 pengetahuan, enam pengetahuan termasuk kriteria sesuai, empat pengetahuan termasuk kriteria cukup sesuai, dan tiga pengetahuan termasuk kriteria tidak sesuai. Nilai kesenjangan pengetahuan terbesar adalah 2.661 pada pertanyaan mengenai catatan tanaman dan nilai kesenjangan terendah adalah 1.222 pada pertanyaan mengenai sumber air irigasi. Upaya mengurangi kesenjangan pengetahuan dalam organisasi dapat dilakukan dengan a) pelatihan secara berkala pada P3A dan b) pembentukan knowledge center yang sesuai dengan kearifan lokal.

The modernization of irrigation in Indonesia is manifested by sustainable irrigation process. This process is implemented by Operation and Maintenance (O&M) officers and P3A who have knowledges and capabilities in this field. The challenge of the sustainable irrigation process is reducing knowledge gap among of the officers. This study aimed to identify the knowledges and the knowledge gaps in cropping patterns determination in the Colo Irrigation System. The used instrument was a questionnaire and the respondents were PPA, P3A and Irrigation Clerk at Colo Irrigation System. The used analysis were Likert scale analysis, validity test, reliability test and k-gap knowledge gap analysis. The results showed that the knowledge of the implementers of irrigation O&M activities at DI Colo came from experience and training. The knowledge gaps were categorized into three criterias, which are appropriate, quite appropriate and not appropriate. Among 13 knowledges, six, four, and three knowledges were chategorized as appropriate, quite appropriate, and inappropriate, respectively. The largest knowledge gap value was 2.661 on crop records questions and the lowest gap value was 1.222 on irrigation water resources questions. Reducing knowledge gaps in organizations can be done by a) regular training at P3A and b) initiating knowledge centers based on the local wisdom.

Kata kunci Kata Kunci : kesenjangan pengetahuan, penentuan pola tanam, P3A.
Program Studi S1 TEKNIK PERTANIAN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2019
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali