Faktor Morbiditas Perioperatif Pada Pasien Obstruktif Jaundice Karena keganasan

Penulis

Goklash Apryanto

Pembimbing: dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD; Dr.dr.Adeodatus Yuda Handaya,Sp.B- KBD,FINACS


ABSTRACT: Perioperative Morbidity Factors in Obstructive Patients Jaundice Due to Malignancy Apryanto Goklash* Wartatmo Hendro** Handaya Adeodatus Yuda** *) General Surgery Resident of Universitas Gadjah Mada / RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta **) Consultant of Digestive Surgery of Universitas Gadjah Mada / RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Abstract Background: Obstructive jaundice usually caused by obstruction in the extrahepatal biliary tract. Obstructive jaundice due to malignancy mostly caused by pancreatic head carcinoma, and others caused by cholangiocarcinoma in small number (Oddsdottir, et al., 2005). Pancreatic carcinoma is called a rare malignancy because of its low incidence. Unfortunately, although it can be diagnosed early, the mortality rate is high. The incidence of pancreatic carcinoma around the world is between 4-10 cases per 100,000 population per year (Lowenfels AB, Maisonneuve P, 2006). Malnutrition often occurs in patients with obstructive jaundice. Malnutrition and jaundice are associated with significant postoperative morbidity. Patients with malnutrition can usually be seen from low albumin rates, but Padillo, et al. stated that a decrease in albumin was more pronounced in patients with obstruction due to malignancy. Perioperative complications in obstructive jaundice patients can be worsen due to a disturbance in their nutritional status. Objective: To find out the perioperative morbidity of obstructive jaundice patients. Methods: This study was a survival analytic observational study using a retrospective study design. Data analysis used multivariate analysis. Results: Leukocyte count, temperature and SGOT / SGPT significantly affected the incidence of ILO (p = 0.007; 0.01; 0.005). And age significantly affected the length of treatment with p = 0.016. The results of nutritional status also showed significant results on ILO incidence (p=0,00) and length of treatment (p=0,00). Conclusion: The albumin value in nutritional status is not a strong factor in eight prognostic factors in obstructive jaundice patients. High leucocyte numbers influence the occurrence of surgical wound infection in obstructive jaundice patients due to malignancy, while the patient's age influences in determining the length of postoperative treatment of patients with obstructive jaundice due to malignancy. Nutritional status significantly effected the morbidity. Keywords: Obstructive jaundice, albumin, nutritional status, surgical wound infection

INTISARI: Faktor Morbiditas Perioperatif pada Pasien Obstruktif Jaundice Karena Keganasan Apryanto Goklash* Wartatmo Hendro** Handaya Adeodatus Yuda ** *)Residen Bedah Umum Universitas Gadjah Mada / RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta **)Konsultan Bedah Digestif Universitas Gadjah Mada / RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Abstrak Latar Belakang: Obstruktif jaundice biasanya disebabkan oleh sumbatan secara fisik di saluran bilier ekstrahepatal. Ikterus obstruktif akibat keganasan merupakan kolestasis yang sebagian besar disebabkan karsinoma kaput pankreas dan sebagian kecil disebabkan kolangiokarsinoma (Oddsdottir, et al., 2005).Karsinoma pankreas disebut sebagai keganasan yang langka karena insidensinya yang rendah. Sayangnya, meskipun dapat didiagnosis awal, namun angka mortalitasnya tinggi. Insidensi karsinoma pankreas di seluruh dunia tercatat bervariasi sekitar 4-10 kasus per 100.000 penduduk per tahun (Lowenfels AB, Maisonneuve P, 2006). Malnutrisi sering terjadi pada pasien dengan obstruktif jaundice. Malnutrisi dan jaundice berhubungan dengan morbiditas postoperasi secara signifikan. Pasien dengan malnutrisi biasanya dapat dilihat dari angka albumin yang rendah, tetapi Padillo, et al. menyatakan bahwa penurunan angka albumin lebih jelas pada pasien dengan obstruksi karena keganasan. Komplikasi perioperative pada pasien obstruktif jaundice dapat diperburuk karena adanya gangguan pada status nutrisinya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor morbiditas perioperatif pasien obstruktif jaundice. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik kesintasan dengan menggunakan rancangan penelitian retrospektif. Analisis data menggunakan analisis multivariat. Hasil: Angka leukosit, suhu dan SGOT/SGPT berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian ILO (p=0,007; 0,01; 0,005). Dan usia berpengaruh secara signifikan terhadap lama perawatan dengan p=0,016. Hasil status nutrisi juga menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kejadian ILO dan lama perawatan. Kesimpulan: Nilai albumin dalam status nutrisi bukan merupakan faktor kuat dari delapan faktor prognostic pada pasien obstruktif jaundice. Angka laukosit yang tinggi berpengaruh dalam menyebabkan terjadinya infeksi luka operasi pada pasien obstruktif jaundice karena keganasan, sedangkan usia pasien berpengaruh dalam menentukan lama perawatan post operasi pasien obstructif jaundice karena keganasan. Status nutrisi pasien obstruktif jaundice karena keganasan mempengaruhi terjadinya infeksi luka operasi dan lama perawatan. Kata Kunci: Obstruktif jaundice, albumin, status nutrisi, infeksi luka operasi

Kata kunci Obstruktif jaundice, albumin, status nutrisi, infeksi luka operasi
Program Studi ILMU BEDAH UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Spesialis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali