Evaluation of Bus Stop Location in Corridor 2 and 3 Makassar (Based On The Land Use And Bus Passengers Profiles)

Penulis

Karina Mayasari

Pembimbing: Dr. Ir. Dewanti, M.S.


ABSTRACT: The new bus transportation system in Makassar has been developed since 2014 and now it has encountered some problems that need to solve. This research aims to examine the placement of bus stops in corridor 2 and 3 based on its land use, to examine the placement of bus stops in corridor 2 and 3 based technical guidance on road-based mass transit from Ministry of Transportation, and to evaluate the placement of bus stops in corridor 2 and 3 based on people recognition of its location. The selected bus stops are buffered to evaluate its land use by using GIS software based on 300, 500, 700, 900, and 1100 meters buffer. This research uses a quantitative method by using regression analysis and descriptive- statistics. From comparing all of bus stops in corridors 2 and 3 in Makassar with Decree of The Director General of Transportation Number: 271 / HK.105 / DRJD / 96 regarding technical administration guidelines place for passenger transit stop on public transportation vehicles from the Ministry of Transportation, it shows that in aspect distance between bus stops, the bus stops in corridor 2 have longer distance between the bus stop compare to standard while the bus stops in corridor 3 have better result compare to standard. From the land use analysis, it shows that in corridor 2, mostly the bus stops are located in commercial area land use and it is the land use that dominated more in smaller buffer. On the other hand, the bus stops in corridor 3, have more varied dominated land use such as residential or other land use area, but the bus stops are still in front of an activity center like shops. Many bus passengers come to the bus stops using various mode of transportation and they come from more than 15 minutes walking distance. Based on the characteristics of bus passengers in Makassar, they tend to avoid walking long distance. They prefer to go to the bus stop by using other vehicles which means distance means nothing for them. Implication the research to urban planning is it is very important to classify the land use before make the bus stop development plan and to consider put the bus stop near or across the commercial area (shopping center) or activity center (office or school) to attract people mobility to that area.

INTISARI: Sistem transportasi bus baru di Makassar telah dikembangkan sejak tahun 2014 dan sekarang menghadapi beberapa masalah yang perlu dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penempatan halte bus di koridor 2 dan 3 berdasarkan jenis penggunaan lahan, memeriksa penempatan halte bus di koridor 2 dan 3 berdasarkan Pedoman Teknis Nomor: 271 / HK.105 / DRJD / 96 Tentang Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Umum dari Kementerian Perhubungan, dan untuk mengevaluasi penempatan halte bus di koridor 2 dan 3 berdasarkan karakteristik penumpang bus atas lokasinya. Beberapa halte bus yang dipilih akan dianalisa untuk mengevaluasi penggunaan lahan dengan menggunakan perangkat lunak GIS dengan radius 300, 500, 700, 900, dan 1100 meter. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi dan statistik deskriptif. Dari membandingkan semua halte bus di koridor 2 dan 3 di Makassar dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Nomor: 271 / HK.105 / DRJD / 96 tentang pedoman administrasi teknis tempat berhenti transit penumpang pada kendaraan angkutan umum dari Departemen Perhubungan , hal ini menunjukkan bahwa dalam aspek jarak antara halte, halte bus di koridor 2 memiliki jarak yang lebih jauh antara halte bus dibandingkan dengan standar sedangkan bus berhenti di koridor 3 memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan standar. Dari analisis penggunaan lahan, menunjukkan bahwa di koridor 2, sebagian besar halte bus terletak di area komersial penggunaan lahan dan itu adalah penggunaan lahan yang didominasi lebih dalam buffer yang lebih kecil. Di sisi lain, bus berhenti di koridor 3, memiliki lebih banyak didominasi penggunaan lahan seperti perumahan atau area penggunaan lahan lainnya, tetapi halte bus masih di depan pusat kegiatan seperti toko. Banyak penumpang bus datang ke pemberhentian bus menggunakan berbagai moda transportasi dan mereka datang lebih dari 15 menit berjalan kaki. Berdasarkan karakteristik penumpang bus di Makassar, mereka cenderung menghindari berjalan jarak jauh. Mereka lebih suka pergi ke halte bus dengan menggunakan kendaraan lain yang berarti jarak tidak berarti apa-apa bagi mereka. Implikasi penelitian terhadap perencanaan kota adalah sangat penting untuk mengklasifikasikan penggunaan lahan sebelum membuat rencana pengembangan perhentian bus dan mempertimbangkan menempatkan halte bus dekat atau melintasi area komersial (pusat perbelanjaan) atau pusat kegiatan (kantor atau sekolah) untuk menarik perhatian mobilitas orang ke daerah itu.

Kata kunci bus, public transportation, makassar, land use, bus stops
Program Studi MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali