Critical Success Factors of Electronic Procurement Implementation in The Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency (Bappenas) Republic of Indonesia

Penulis

Ari Prasetyo

Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P.


ABSTRACT: Public procurement plays an important role in the utilization of the Government of Indonesia state and local budget due to the fact that 40% of government budget was spent on the procurement of goods and services. Since the implementation of public procurement system faces many challenges, the government started implementing electronic government procurement (e-procurement) as the government policy to provide better public procurement. The aims of e-procurement system was to make the purchasing process of goods and services more economical, efficient, and effective, to reduce corruption and conspiracy and to increases transparency and accountability as well. For these reasons, this research aimed to describe the implementation of e-procurement and identify the Critical Success Factors (CSFs) which supported the successful implementation of e-procurement in ministerial level. The preliminary research recommended the Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency (Bappenas) to be the research location. This research implemented sequential exploratory mixed method design. This method combined the qualitative research to analyze the successful implementation of e-procurement in Bappenas and the quantitative research with Exploratory Factor Analysis (EFA) to identify the CSFs influences toward the successful e-procurement implementation in Bappenas. The results show that Bappenas succeeded in implementing the values and principles of e-procurement in practice. Furthermore, the result of EFA shows that the successful e-procurement implementation in Bappenas was influenced by the eight Critical Success Factors, namely: the e-procurement system (13.34%), the system security (12.48%), education and training (11.75%), top management support (11.63%), re-engineering business process (8.82%), change management (8.54%), the e-procurement strategy (7.78%) and competence and capable providers (6.84%). The methodology and result of this research could have significance for the government institutions in identifying the critical success factors to enhance the successful e-procurement implementation.

INTISARI: Pengadaan barang dan jasa pemerintah memainkan peran penting dalam pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Daerah, dengan fakta bahwa 40% dari anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan barang dan jasa. Karena penerapan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah menghadapi banyak tantangan, pemerintah mulai menerapkan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement) sebagai kebijakan pemerintah untuk menyediakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih baik. Tujuan dari sistem e-procurement adalah untuk membuat proses pengadaan barang dan jasa menjadi lebih ekonomis, efisien, dan efektif, untuk mengurangi korupsi dan konspirasi dan juga untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi e-procurement dan mengidentifikasi Faktor-Faktor Kritis Keberhasilan (Critical Success Factors/CSFs) yang mendukung keberhasilan implementasi e-procurement di tingkat kementerian. Penelitian awal merekomendasikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menjadi lokasi penelitian. Penelitian ini menerapkan sequential exploratory mixed method design. Metode ini menggabungkan penelitian kualitatif untuk menganalisis keberhasilan implementasi e-procurement di Bappenas dan penelitian kuantitatif dengan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk mengidentifikasi pengaruh CSFs terhadap keberhasilan implementasi e-procurement di Bappenas. Hasilnya menunjukkan bahwa Bappenas berhasil menerapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip e-procurement dalam praktek. Lebih lanjut, hasil analisis EFA menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi e-procurement di Bappenas dipengaruhi oleh delapan Faktor Kritis Keberhasilan, yaitu: sistem e-procurement (13,34%), keamanan sistem (12,48%), pendidikan dan pelatihan (11,75%). %), dukungan manajemen puncak (11,63%), rekayasa proses bisnis (8,82%), manajemen perubahan (8,54%), strategi e-procurement (7,78%) dan penyedia barang dan jasa yang kompeten dan capable (6,84%). Metodologi dan hasil penelitian ini memiliki arti penting bagi lembaga pemerintah dalam mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan untuk meningkatkan keberhasilan penerapan e-procurement pada instansi pemerintah.

Kata kunci Bappenas, electronic procurement (e-procurement), Successful e-procurement implementation, Critical Success Factors (CSF), public procurement, Exploratory Factor Analysis (EFA)
Program Studi MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali