PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS DAN MODAL SOSIAL PADA KOMUNITAS JEEP TOUR (Studi pada Komunitas Jeep Tour 86 MJTC,Cangkringan, Yogyakarta)

Penulis

Lelie Liana

Pembimbing: Drs. Hendrie Adji Kusworo,M.Sc, Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.S.


ABSTRACT: 86 MJTC is an innovative institution that initiated the first jeep tour activity in Cangkringan post eruption of Merapi in 2010. This study aims to describe its institutional development by discover the process of existence, the role of actors and social capital involved. Qualitative analysis method is used which data collected through observation, secondary data, and in-depth interviews from key informants and informants. The study found different role of actors and different social capital on its existence and along the development. The existence of 86 MJTC started from Triyanto who is founder of jeep tour idea post Merapi eruption in year 2010. Actor play role on idea discovering and implementation. Cognitive, relational, and structural social capital was found on actor capacity and social networks that contributed on 86 MJTC existence. On its development actor play role in giving action in the dynamics of institutional structures that started from the end of year 2011 in creating officially institutional of 86 MJTC as a first jeep tour community in Cangkringan, then in 2012 was on modification of driver function and modification on social program formation by involving village public figures in its social programs; discover new formations in 2013; modification of the formation by involving journalists in promotion and Sekolah Gunung Merapi in the English Training Program for jeep drivers in 2015; added new formations in 2012, 2014, 2015; utilize the structure in 2016 and 2017. Cognitive social capital was found on actor; and structural and relational social capital are owned by the community

INTISARI: 86 MJTC adalah lembaga inovatif yang memprakarsai kegiatan jeep tour pertama di Cangkringan pasca erupsi Merapi pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kelembagaanya dengan menemukan proses keberadaannya, peran aktor dan modal sosial yang terlibat. Metode analisis kualitatif digunakan dimana data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci, informan, dan data sekunder, Studi ini menemukan peran aktor dan modal sosial yang berbeda pada keberadaannya dan sepanjang perkembangannya komunitas jeep tour 86 MJTC. Keberadaan 86 MJTC dimulai dari Triyanto yang merupakan pendiri ide tur jeep pasca erupsi Merapi pada tahun 2010. Aktor memainkan peran dalam penemuan dan implementasi ide. Modal sosial kognitif, relasional, dan struktural ditemukan dalam kapasitas aktor dan jaringan sosial yang berkontribusi pada keberadaan 86 MJTC. Aktor memainkan peran dalam memberikan tindakan dalam dinamika struktur kelembagaan dalam perkembangan komunitas ini yang dimulai pada akhir tahun 2011 dalam menciptakan kelembagaan resmi 86 MJTC sebagai komunitas jeep tour pertama di Cangkringan, kemudian pada tahun 2012 peran aktor adalah dalam modifikasi fungsi driver dan modifikasi pada pengadaan program sosial dengan melibatkan tokoh masyarakat desa; aktor menemukan formasi baru di 2013; modifikasi formasi dengan melibatkan jurnalis dalam promosi dan Sekolah Gunung Merapi dalam Program Pelatihan Bahasa Inggris untuk pengemudi jeep pada tahun 2015; menambahkan formasi baru di 2012, 2014, 2015; memaksimalkan struktur pada tahun 2016 dan 2017. Modal sosial kognitif ditemukan pada aktor; dan modal sosial strutural dan relasional dimiliki oleh komunitas.

Kata kunci jeep tour, lava tour, community based tourism, Individual-Institutional Opportunity Nexus, social capital
Program Studi MAGISTER KAJIAN PARIWISATA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali