Pemetaan Tingkat Akses Fisik Pangan Desa Di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2016

Penulis

Iin Nuraini W

Pembimbing: Warsini Handayani., S. Si., M. Sc.


Akses fisik pangan merupakan salah satu aspek penilaian ketahanan pangan suatu daerah. Peta Rawan Pangan dan Gizi Tingkat Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2016 menunjukkan bahwa Kabupaten Kulon Progo banyak terdapat desa rawan pangan dan termasuk dalam kabupaten persentase rawan pangan tinggi. Peningkatan akses pangan memerlukan informasi sampai tingkat desa, namun saat ini informasi tersebut belum tersedia. Perkembangan teknologi dibidang penginderaan jauh mampu merekam objek pasar (bangunan) dan jaringan jalan sebagai parameter penilaian kondisi akses fisik pangan. Aplikasi Sistem informasi geografi (SIG) digunakan untuk melakukan input, proses, dan output penilaian kondisi akses fisik pangan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat akses pangan berdasarkan faktor fisik di tiap desa di Kabupaten Kulon Progo dan menilai faktor fisik dominan yang mempengaruhi tingkat akses fisik pangan di Kabupaten Kulon Progo. Parameter penelitian ini terdiri atas kondisi jalan, produksi serelia, dan daya layan pasar. Data jaringan jalan bersumber dari interpretasi citra Quicbird selanjutnya dilakukan analisis kuantitatif untuk menghitung persentase kondisi jalan per desa. Data produksi serelia bersumber dari data produksi (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar) per kecamatan untuk menghitung nilai konsumsi normatif per kapita per hari di masing-masing kecamatan. Data lokasi pasar dilakukan analisis service area untuk mengetahui jangkauan daya layan pasar. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis overlay untuk seluruh hasil pengolahan data parameter penelitian yang bertujuan untuk menghitung skor total guna menentukan klasifikasi akses fisik pangan. Persebaran tingkat akses fisik pangan desa di Kabupaten Kulon Progo tahun 2016 terdiri atas 3 kelas yaitu tinggi sebanyak 51 desa (59,30%), cukup tinggi sebanyak 33 desa (38,37), dan cukup rendah sebanyak 2 desa (2,33%). Faktor dominan penurun kondisi akses fisik pangan desa di Kabupaten Kulon Progo tahun 2016 untuk kelas akses fisik pangan cukup tinggi adalah faktor daya layan pasar; sementara faktor dominan penurun kelas akses fisik pangan cukup rendah di Desa Kalirejo dipengaruhi oleh faktor daya layan pasar dan di Desa Kebon Harjo dipengaruhi oleh kondisi jalan; dan kelas akses pangan tinggi dipengaruhi oleh faktor dominan penguat akses fisik pangan berupa produksi serelia sangat tinggi dan kondisi jalan yang sangat tinggi

Physical access of food is one of food security assesment aspect. Map of Food and Nutrition Vulnerability of Village Level in Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2016 shows that most of villages in Kulon Progo Regency include as high percentage of food vulnerability. To increas food access requires information up to the village level, which is not currently available. The development of technology RS sensing is able to record the market object (building) and road network as a parameter of food physical access assesment. Applications Geographic Information Systems (GIS) are used in input, process, and output of food physical access assesment. Therefore this study aims to map the level of food access based on physical factors in each village in Kulon Progo Regency and assess the dominant physical factors that affect the level of physical access of food in Kulon Progo Regency. Research parameters consist of road conditions, cereals production, and marketservice. Road network data extracted from Quicbird image interpretation that performed quantitative analysis to calculate percentage of road condition each village. Cereal production data extracted from production data of rice, maize, cassava, sweet potato in each sub-district to calculate normative consumption value each capita each day. Market location data is analyzed by service area (GIS analysis) to know market service area. This research method using overlay analysis for all parameters to calculate the total score and determine the classification of food physical access. The distribution of food physical access of Kulon Progo Regency in 2016 consists of 3 classes. High level of food physical access include 51 villages (59.30%); quite high level of food physical access include 33 villages (38.37%); and quite low level of food physical access include 2 villages (2.33% ). The dominant factor in reducing the condition of food physical access in high level is marketservice factor;the dominant factor in reducing the condition of food physical access of quite low level in Kalirejo Village is influenced by marketservice factor and in Kebon Harjo Village influenced by road condition; high level of food physical is influenced by the increasement of very high cereal production and very high road condition.

Kata kunci Akses Fisik Pangan, Daya Layan Pasar, Kondisi Jalan, Produksi Serelia, Overlay/ food physical access, market servicea, road condition, cereal production, overlay analysis
Program Studi D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tugas Akhir
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali