Analisis Kinerja Antena Ground Control System (GCS) untuk Sistem Komunikasi dengan Unmanned Aerial Vehicle Surveillance (UAV)

Penulis

Aria Rangga Suryamanggala

Pembimbing: Iswandi, S.T., M.Eng.;Eny Sukani Rahayu, S.T., M.Eng.


Bencana alam merupakan peristiwa alami yang tidak dapat diprediksi. Setiap terjadinya bencana alam dapat mengakibatkan kerusakan dan dapat menimbulkan korban jiwa. Dengan berkembang pesatnya kemajuan teknologi, saat ini telah ditemukan alat yang bisa memberi informasi dan pantauan langsung lokasi bencana yaitu Unmanned Aeriel Vehicle (UAV), namun terdapat kendala pada penggunaan UAV. Salah satu kendala dalam implementasi UAV ini adalah keterbatasan jarak jelajahmya pada daerah bencana karena terbatasnya jangkauan sistem komunikasi yang digunakan pada wahana. Untuk meningkatkan jangkauan sistem komunikasi ini, dapat dilakukan dengan meningkatkan daya pancar atau perolehan antena. Dalam peningkatan daya dibutuhkan biaya yang tinggi dibandingkan dengan meningkatan perolehan antena, selain itu peningkatan daya dapat merugikan frekuensi yang di sekitarnya akibat dari interferensi. Jadi meningkatkan antena adalah pilihan yang tepat karena lebih efisien. Permasalahan tersebut dapat diatasi pada penelitian ini, uji banding terhadap antena pada GCS dilakukan untuk menguji kinerja antena GCS sehingga jangkauan sistem komunikasi dapat ditingkatkan. Pada penelitian ini, antena yang dibandingkan adalah antena Yagi-Uda, biquad, double biquad dan helix. Keempat antena tersebut memiliki pola radiasi yang bersifat directional dan karakteristik antena yang baik yaitu memiliki return loss < -10 dB dan VSWR < 2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa didapatkan antena yang memiliki jangkauan dan kualitas terbaik untuk sistem komunikasi UAV, yaitu antena double biquad dengan jarak 3433 meter dan kualitas sebesar 62,91%.

Natural disasters are unpredictable natural events. Any occurrence of a natural disaster can result in damage and may result in casualties. With the rapid development of technology, now has found a tool that can provide information and direct monitoring of the location of the disaster that is Unmanned Aeriel Vehicle (UAV), but there are constraints on the use of UAV. One of the obstacles in the implementation of this UAV is the limited range of distance in the disaster area due to the limited range of communication systems used on the rides. To increase the range of this communication system, it can be done by increasing the transmit power or antenna gain. In the increase in power required a high cost compared to the increase of antenna gain, otherwise the increase in power can harm the surrounding frequencies resulting from interference. So increasing the antenna is the right choice because it is more efficient. The problem can be solved in this research, the antenna appeal on GCS is done to test the GCS antenna performance so that the range of communication system can be improved. In this study, the antennas that are compared are Yagi-Uda, biquad, double biquad and helix. The four antennas have directional radiation pattern and good antenna characteristic that has a return loss <-10 dB and VSWR <2. The test results show that the antenna has the best range and quality for UAV communication system, which is double biquad antenna with distance 3433 meters and the quality of 62.91%.

Kata kunci UAV, GCS, Yagi-Uda, biquad, double biquad, RSSI, packet loss, distance
Program Studi S1 TEKNIK ELEKTRO UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali