PENGARUH FLUOXETINE DAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI EREKSI PADA PASIEN DEPRESI PASKA SINDROM KORONER AKUT

Penulis

Heri Santosa

Pembimbing: dr. Agus Siswanto, Sp.PDKPsi.; dr. Hasanah Mumpuni, Sp.PD, Sp.JP (K)


ABSTRACT: Introduction. Depression and DE are associated with CHD. Both are commonly found in CHD and are associated with a poor prognosis in men with CHD.. Fluoxetine is a safe antidepressant for CHD patients, it is expected that depression repair will improve ED in post-SKA patients. This study aims to determine the effect of fluoxetine on improving erectile function in patients with post-SKA depression. Methods. This study is a double blind randomized clinical trial held at Sarjito Hospital Heart clinic, from February to September, 2015. The subjects of this study were male patients post- SKA, meeting DSM IVT criteria, having an official partner, and completing informed consent. Against the positive subjects suffering from depression according to DSM-IVTR then examined the IIEF 5 questionnaire and continued with randomization to be grouped into treatment group and control group. The treatment group will receive fluoxetin 20 mg / day daily for 8 weeks. The control group will have a placebo for 8 weeks, both of which are interfered with CBT. . At the end of the 8th week, BDI evaluations and IIEF 5 assessments are conducted. Result. In this research, it was found that the mean value of BDI after 8 weeks of intervention in the treatment group decreased by 7.31 and in the control group decreased 3.38 but statistically did not differ significantly, unpaired T test obtained p value 0.109. The mean change of IIEF after 8 weeks of intervention in the treatment group increased 2 and in the control group increased 0.13 but statistically did not differ significantly, unpaired T test obtained p value 0.441. In Pearson correlation test obtained p value 0.047 and r value of 0.213 with the conclusion there is a correlation between the decrease in BDI score with the increase of IIEF-5 score with weak correlation strength. Conclusion . In this study it was concluded that there was an increase in erectile function was higher in post-SKA patients who received fluoxetine 20 mg per day for 8 weeks and CBT compared with the placebo and CBT group but not statistically significant .

INTISARI: Latar belakang. Depresi dan DE berhubungan dengan PJK. Keduanya secara umum didapatkan pada penderita PJK dan berkaitan dengan prognosis yang tidak baik pada laki-laki dengan PJK. Fluoxetine merupakan antidepresan yang aman untuk pasien PJK, diharapkan dengan perbaikan depresi akan memperbaiki DE pada pasien paska SKA. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui adanya efek fluoxetine terhadap perbaikan fungsi ereksi pada pasien depresi paska SKA. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan Uji klinis acak tersamar ganda bertempat di poliklinik Jantung RSUP Sarjito, Februari - September 2015. Subyek penelitian ini adalah pasien laki-laki paska SKA, memenuhi kriteria DSM IVT, .memiliki pasangan resmi, dan mengisi inform consent. Terhadap subjek yang positif menderita depresi menurut DSM-IVTR kemudian dilakukan pemeriksaan kuisioner IIEF 5 dan dilanjutkan dengan randomisasi untuk dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan akan mendapat fluoxetin 20 mg/hari setiap hari selama 8 minggu . Kelompok kontrol akan mendapat plasebo selama 8 minggu, keduanya diintervensi CBT.. Pada akhir minggu ke 8, dilakukan penilaian evaluasi BDI dan penilaian IIEF 5. Hasil Penelitian. Pada penelitian ini didapatkan perubahan nilai rerata BDI setelah 8 minggu intervensi pada kelompok perlakuan menurun 7,31 dan pada kelompok kontrol menurun 3,38 namun secara statistik tidak berbeda bermakna, uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p 0,109. Perubahan nilai rerata IIEF setelah 8 minggu intervensi pada kelompok perlakuan meningkat 2 dan pada kelompok kontrol meningkat 0,13 namun secara statistik tidak berbeda bermakna, uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p 0,441. Pada uji korelasi pearson didapatkan nilai p 0,047 dan nilai r 0,213 dengan kesimpulan ada korelasi antara penurunan skor BDI dengan peningkatan skor IIEF-5 dengan kekuatan korelasi lemah. Simpulan. Pada penelitian ini disimpulkan terdapat peningkatan fungsi ereksi hari selama 8 minggu dan CBT dibandingkan kelompok yang mendapatkan placebo dan CBT namun secara statistik tidak bermakna.

Kata kunci Floxetine, Disfungsi Ereksi,Depresi Paska SKA.; Fluoxetine , Erectile Dysfunction, Depression Post SKA
Program Studi SP Ilmu Penyakit Dalam UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Spesialis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali