HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEJADIAN MILD COGNITIVE IMPAIRMENT PADA POPULASI LANSIA DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Penulis

Dewi Cahyaning P

Pembimbing: Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp.FK(K), Sp.S(K); dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D, Sp.S


ABSTRACT: BACKGROUND: More than a million elderly in Indonesia are estimated suffering from dementia which is marked by cognitive function declining. In between normal cognitive condition and dementia, there is a transitional stage called mild cognitive impairment (MCI). Special Region of Yogyakarta as a province in Indonesia with the highest life expectancy will have higher prevalence of mild cognitive impairment than other provinces in Indonesia. Based on the results of previous study,the prevalence of MCI is higher in rural area in comparison with urban area which one of them is caused by the difference of education profile between rural and urban populations. Further research is needed to know the prevalence of MCI and its correlation with education level among elderly population in Sleman District, Special Region of Yogyakarta. OBJECTIVES : To determine the correlation of education level on mild cognitive impairment (MCI) among elderly population in Sleman District, Special Region of Yogyakarta. METHODS : This study was an analytic descriptive study using cross sectional research design. As many as 105 elderly from Depok, Cangkringan, and Turi sub-district were enrolled in this study by simple random sampling. Primary data was obtained through brief interviews and MCI screening with Montreal Cognitive Assessment Indonesian version (MoCA-INA). The data was then processed statistically and analyzed by chi square test. RESULTS: Subjects who meet the MCI criteria were divided into four groups based on their last education level: 37 subjects are elementary school graduates, 10 subjects are junior high school graduates, 15 subjects are high school graduates, and 10 subjects are college graduates. Going to senior high school and college are both protective risk factors to MCI. Education level and occupation type have a significant correlation with the prevalence of MCI among the elderly population in this study. CONCLUSIONS : Education level has a correlation with the prevalence of MCI among elderly population in Sleman District, Special Region of Yogyakarta, that is the higher the level of education in a population, the lower the prevalence of MCI in that population.

INTISARI: LATAR BELAKANG : Lebih dari satu juta lansia di Indonesia diperkirakan menderita demensia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif. Di antara kondisi kognitif normal dan demensia, terdapat tahapan transisi yang disebut mild cognitive impairment (MCI). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki usia harapan hidup tertinggi di Indonesia, sehingga diperkirakan prevalensi mild cognitive impairment akan lebih tinggi di provinsi DIY dibandingkan dengan provinsi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, prevalensi MCI lebih tinggi pada populasi pedesaan dibandingkan populasi perkotaan yang salah satunya diakibatkan oleh perbedaan profil tingkat pendidikan penduduk pada kedua populasi tersebut. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui prevalensi MCI dan hubungannya dengan tingkat pendidikan pada populasi lansia di Kabupaten Sleman, DIY. TUJUAN : Mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan kejadian mild cognitive impairment (MCI) pada populasi lansia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. METODE : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sebanyak 105 lansia di Kecamatan Depok, Cangkringan, dan Turi diikutsertakan dalam penelitian ini dengan teknik pemilihan simple random sampling. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara singkat dan penapisan MCI dengan tes Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA). Data kemudian diolah secara statistik dan diuji menggunakan uji chi square. HASIL : Subjek yang memenuhi kriteria MCI dengan pendidikan terakhir SD sebanyak 37 orang, SMP sebanyak 10 orang, SMA sebanyak 15 orang, dan perguruan tinggi sebanyak 10 orang. Menempuh jenjang pendidikan SMA dan perguruan tinggi merupakan faktor risiko protektif terhadap kejadian MCI. Variabel tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan memiliki pengaruh simultan terhadap kejadian MCI pada populasi penelitian ini. KESIMPULAN : Tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan kejadian MCI pada lansia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan lansia, semakin rendah kejadian MCI pada populasi tersebut.

Kata kunci mild cognitive impairment, pendidikan, lansia, Sleman
Program Studi S1 PENDIDIKAN DOKTER UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali