DINAMIKA TERJADINYA KEJAHATAN KERAH PUTIH

Penulis

Kalista

Pembimbing: Fathul Himam, Drs., M.Psi., M.A., Ph.D., Psikolog


Kejahatan kerah putih merupakan kejahatan yang dilakukan oleh seorang profesional atau orang yang memiliki posisi strategis dalam pekerjaannya. Kejahatan kerah putih merupakan suatu fenomena yang sangat sering terjadi di kalangan masyarakat saat ini. Kejahatan kerah putih ini juga membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas baik dalam bidang ekonomi, kehidupan sosial, serta keadaan lingkungan. Dalam penelitian kali ini, peneliti akan menggali dengan lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan kejahatan kerah putih serta bagaimana dinamika terjadi dan berkembangnya kejahatan kerah putih. Peneliti menggunakan metode meta-etnografi. Dalam penelitian ini, sebanyak 466 jurnal akan diseleksi sebagai sumber data dan kemudian akan dianalisis dengan pendekatan grounded theory. Validasi juga akan dilakukan dengan bantuan profesional judgment. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat tiga faktor yang mendorong pelaku yakni faktor organisasi, faktor kelompok, dan faktor individu. Ketiga faktor tersebut mendorong adanya intensi dalam diri individu yang kemudia didukung dengan kewenangan yang ia miliki. Bentuk kejahatan kerah putih ini terwujud dalam tindak pelanggaran kewenangan. Kejahatan kerah putih ini diperkuat dengan hukum yang tidak tegas serta rasionalisasi yang dilakukan oleh pelaku. Penguatan yang diterima oleh pelaku mendorong terjadinya proses belajar dalam dirinya juga dalam diri orang lain untuk melakukan tindak kejahatan kerah putih. Tindak kejahatan kerah putih ini juga memiliki dampak negatif yang meluas, seperti adanya krisis kepercayaan yang dialami oleh masyarakat, serta dampak psikologis dan menyebabkan tidak stabilnya keadaan ekonomi para korbannya.

White Collar Crime is a crime commited by a professional or a person that have sategic position in their workplace. White Collar Crime is one of phenomenon that very common among society these day. This crime causing negative impact in economic and social life also for the environment in society at large. In this study the researcher tried to explore about the antecedents of white collar crime and the dynamics of the occurrence of white-collar crime. Researchers used the meta-ethnography method. In this study, 466 journals will be selected as source of data and then will be analyzed with grounded theory approach. The validation process will be done with the help of professional judgment. These research explained there were three antecedents that encourage the occurrence of white collar crime, i.e. organizational factor, groups factor, and individual factor. These antecedents lead to the emertion of the intention to commit a crime, whereby this intention is supported by the authority of the perpetrator in their workplace. The form of white collar crime is manifested in violation of authority. This crime is reinforced by the unfounded law and the rationalization perpetrated by the perpetrator. The reinforcement received by the perpetrator encourages the process of learning within himself as well as in others to commit a white collar crime. These crime also had a widespread negative impacts, such as trust issues experienced by the community, as well as psychological impacts and put the victims in unstable economic conditions.

Kata kunci White collar crime, corporate crime, deviant behavior at workplace
Program Studi S2 Psikologi Profesi UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2018
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali