PRARANCANGAN PABRIK KAPROLAKTAM DARI ASAM BENZOAT KAPASITAS 65.000 TON/TAHUN

Penulis

Ferranda Yonny Saputri

Pembimbing: Ir. Harry Sulistyo, SU., Ph.D.


ABSTRACT: Caprolactam plant premiliminary design from benzoic acid with production capacity of 65.000 tons/year is intended to fulfill domestic demand and export abroad. Benzoic acid as much as 79.533,59 tons/year reacts with 3.860,21 tons/year of hydrogen gas in non-isothermal adiabatic trickle bed reactor with 16.988 kg/year of palladium on charcoal catalyst at 180oC of temperature and 17 atm of pressure to produced cyclohexan acid carboxylates. Then cyclohexan carboxylic acid reacts with 86.896,34 tons/year of nirosyl sulphate acid to produce caprolactam and sulfuric acid. Sulfuric acid neutralize with calcium hydroxide to produce 211.124,68 tons/year of gypsum. Utility which is needed to support process consist of 606.248,59 tons/year of water, 1.048,64 kVa of electricity, 11.190,88 tons/year of industrial fuel and 234 m3/year of compressed air. The plant is planned to be established in the industrial area at Gresik with 244.281 m2 of area and employs 252 employees. Economic evaluation showed that the fixed capital required equal to $ 27.172.133 + Rp 17.795.238.099 and working capital equal to $ 86.746.059 + Rp 23.520.421.453. Percent Return of Investment (ROI) before taxes is 75%, Pay Out Time (POT) before tax is 1,18 years, Break Even Point (BEP) is 41%, Shut Down Point (SDP) is 31%. Value of Discounted Cash Flow of Return Rate (DCFRR) is 22,34%. Based on consideration of the economic evaluation results, this caprolactam plant from benzoic acid with production capacity of 65.000 tons/year is economically feasible and should be followed up.

INTISARI: Pabrik kaprolaktam dari asam benzoat dirancang dengan kapasitas 65.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan diekspor ke luar negeri. Asam benzoat sebanyak 79.533,59 ton/tahun dan gas hidrogen sebanyak 3.860,21 ton/tahun diproses dalam reaktor hidrogenasi trickle bed reactor non-isothermal adiabatic dengan katalis palladium on charcoal sebanyak 16.988 kg/tahun pada suhu 180oC dan tekanan 17 atm menghasilkan asam sikloheksan karboksilat. Asam sikloheksan karboksilat ini kemudian direaksikan dengan asam nitrosil sulfat sebanyak 86.896,34 ton/tahun menghasilkan kaprolaktam dan asam sulfat. Asam sulfat ini selanjutnya dinetralkan dengan kalsium hidroksida menghasilkan gipsum sebanyak 211.124,68 ton/tahun. Utilitas yang dibutuhkan untuk menunjang proses terdiri dari air sebanyak 606.248,59 ton/tahun, listrik sebesar 1.048,64 kVa, bahan bakar sebanyak 11.190,88 ton/tahun dan udara tekan sebanyak 234 m3/tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di kawasan industri Gresik dengan luas tanah yang diperlukan adalah 244.281 m2 dan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 252 orang. Perhitungan evaluasi ekonomi memberikan hasil modal tetap yang diperlukan sebesar $ 27.172.133 + Rp 17.795.238.099 dan modal kerja sebesar $ 86.746.059 + Rp 23.520.421.453. Percent Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 75%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 1,18 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 41%, Shut Down Point (SDP) sebesar 31%. Nilai Discounted Cash Flow of Return Rate (DCFRR) sebesar 22,34%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi tersebut, pabrik kaprolaktam dari asam benzoat dengan kapasitas produksi 65.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut.

Kata kunci Asam benzoat, kaprolaktam, hidrogenasi
Program Studi S1 TEKNIK KIMIA UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali