PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PERHITUNGAN NILAI EVAPOTRANSPIRASI BERBASIS METODE KESETIMBANGAN ENERGI DI DAS TANGGUL KABUPATEN JEMBER

Penulis

Ach. Firyal Wijdani

Pembimbing: Dr. Sigit Heru Murti B.S., M.Si.


Air merupakan hal yang paling penting didalam kehidupan manusia. Keberadaan air di muka bumi terkait erat dengan siklus hidrologi. Salah satu tahapan yang dilalui air dalam siklus hidrologi adalah proses evapotranspirasi. Proses evapotranspirasi merupakan banyaknya air yang digunakan dalam proses transpirasi tanaman dan penguapan dari tanah atau air sebagai media tumbuh dari tanaman. Belum banyak penelitian penginderaan jauh tentang evapotranspirasi khususnya di wilayah DAS Tanggul. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat Peta Zonasi evapotranspirasi di wilayah DAS Tanggul Kabupaten Jember (2) mengetahui tingkat akurasi metode kesetimbangan energi di DAS Tanggul Kabupaten Jember pada setiap penutup lahan. Lokasi penelitian adalah wilayah DAS Tanggul Kabupaten Jember yang memiliki hulu di Gunung Argopuro dan berhilir di Samudera Hindia. DAS Tanggul berada pada 7°57'52.8"- 8°22'42.3" LS dan 113°26'54.6" -113°35'50.5" BT. Penelitian ini menggunakan dua metode dalam estimasi nilai evapotranspirasi yaitu metode kesetimbangan energi dan metode Penman-Monteith. Metode kesetimbangan energi merupakan metode yang menggunakan data penginderaan jauh sebagai data utamanya. Data yang digunakan adalah data citra Landsat 8 OLI dan juga citra MODIS, sedangkan metode Penman-Monteith menggunakan data fisik lapangan yang diperoleh dari stasiun pengamatan BMKG. Metode Penman Monteith digunakan sebagai pembanding acuan data pembanding yang dianggap benar untuk menghitung nilai akurasi metode kesetimbangan Energi. Hasil penelitian menunjukkan nilai evapotranspirasi di wilayah DAS Tanggul dengan menggunakan metode kesetimbangan energi adalah sebesar 0,88 mm/hari -1,57 mm/hari, sedangkan dengan menggunakan metode Penman-Monteith adalah sebesar 0,531 mm/hari - 0,696 mm/hari. Hasil perhitungan nilai evapotranspirasi metode kesetimbangan energi kemudian dihitung nilai RMSE nya dengan menggunakan nilai evapotranspirasi metode Penman-Monteith sebagai data acuan. Nilai RMSE vegetasi kerapatan rendah adalah 0,80, bangunan memiliki nilai RMSE 0,70 , lahan kosong memiliki nilai RMSE sebesar 0,72, sawah memiliki nilai RMSE 0,76, dan vegetasi kerapatan tinggi memiliki nilai RMSE 0,69. Nilai RMSE yang paling rendah pada penutup lahan vegetasi kerapatan tinggi sehingga metode kesetimbangan energi yang paling baik diterapkan di wilayah DAS Tanggul adalah pada penutup lahan vegetasi kerapatan tinggi.

Water is the most important things in human life. The existence of water on the earth is closely related to the hydrologic cycle. One of the step that water passes in the hydrological cycle is the evapotranspiration process. The evapotranspiration process is the amount of water used in the process of transpiration and the evaporation of soil or water as a growing medium of plants. There has not much remote sensing research on evapotranspiration especially in the Tanggul Watershed area. The purpose of this research were (1) to make a map of evapotranspiration zonation in the area of Tanggul watershed of Kabupaten Jember (2) to know the accuracy level of energy balance method in Tanggul watershed for each land cover. Location of this research was Tanggul Watershed, Kabupaten Jember that had upstream at Argopuro mountain and the downstream at Samudera Hindia. Tanggul Watershed was at 7°57'52.8"- 8°22'42.3" southern hemisphere and 113°26'54.6" -113°35'50.5" east longitude. This research uses two methods for estimating evapotranspiration. There were surface energy balance method (SEB) and Penman-Monteith method. SEB method was the method that use remote sensing data. The data was Landsat 8 OLI imagery and MODIS imagery. Penman-Monteith method used physical data obtained from BMKG observation station. The Penman-Monteith method was used as a comparable reference data to calculate the accuracy value of the SEB method. The results showed that the evapotranspiration value in the Tanggul Watershed area using surface energy balance method was 0.88 mm / day -1.57 mm / day, while the Penman-Monteith method was 0.531 mm / day - 0.696 mm / day. The RMSE of evapotranspiration value using surface energy balance method was calculated using Penman-Monteith method as reference data. The RMSE value of low density vegetation is 0.80, the build up area has a RMSE value of 0.70, the vacant land has a RMSE value of 0.72, the rice field has a RMSE value of 0.76, and high density vegetation has a RMSE value of 0.69. The lowest RMSE value is the high density vegetation cover. So that the best surface energy balance method is the best for applied in the high density vegetation at Tanggul Watershed.

Kata kunci Penginderaan Jauh, Evapotranspirasi, Metode Kesetimbangan Energi, Metode Penman-Monteith, Nilai RMSE.
Program Studi S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali