FAKTOR RISIKO KEMATIAN AKIBAT DENGUE DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Penulis

Ruri Trisasri

Pembimbing: dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D.; dr. Eggi Arguni, M.Sc. Ph.D. Sp.A.


ABSTRACT: Background: Dengue Shock Syndrome (DSS)is dangerous desease occurs due to dengue infection and caused of dengue mortality. Dengue mortality increased from 11 people in 2014 to 35 people in 2015 at Dr. Sardjito hospital. The aim of this study was determine the risk factors for dengue mortality in Dr. Sardjito hospital Yogyakarta. Method: We conducted matched case control study (1:2). A case was patients with DSS who died with 18 years of age between January 2015 December 2016. Control was patients with DSS who survived died with 18 years of age during same periode. Data taken from patient medical record in Dr. Sardjito hospital and interview with parents of patients by questionnaire. Sampling technique was conducted by totality sampling method with inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using simple and multiple conditional logistic regressions with at 5%. Result: Of 87 patients, 29 deaths and 58 survived. The probability of death in obesity children was 6.29 times higher than non-obesity children (OR = 6.29, 95% CI = 1.14 - 34.57, p-value = 0.03)and the probability of death in children with prolonged shock was 12.14 times higher than children without prolonged shock (OR = 12.14; 95% CI = 3.22 - 45.82; p-value = 0.00). Other variables were family occupation, family income, residential zones, transportation, treatment financing, accuracy of diagnosis in previous health facilities, and fluid resuscitation before being referred has no significant association with dengue mortality. Conclusion: Obesity and prolonged shock were risk factors for dengue mortality in children. Further studies related to social determinants in dengue mortality with qualitative study are also necessary.

INTISARI: Latar Belakang: Dengue shock syndrome (DSS)merupakan penyakit yang terjadi karena infeksi virus dengue dan sangat berhubungan dengan kematian. Di RSUP Dr. Sardjito, kematian akibat dengue meningkat dari 11 orang tahun 2014 menjadi 35 orang pada tahun 2015. Tinjauan klinis dan determinan sosial terkait kematian akibat dengue belum banyak diteliti, sehingga faktor risiko tersebut akan dianalisis dalam penelitian ini. Metode: Desain studi menggunakan matched case control dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2. Kasus adalah pasien DSS rujukan meninggal dunia yang berusia 18 tahun. Kontrol adalah pasien DSS rujukan sembuh yang berusia 18 tahun. Data diambil dari rekam medis pasien di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2015-2016 dan wawancara dengan kuesioner kepada orang tua pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode totality sampling dan subyek penelitian ditentukan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan menggunakan uji simple dan multiple conditional logistic regression dengan 5%. Hasil: Dalam periode tahun 2015-2016 terdapat 87 anak terdiri dari 29 meninggal dan 58 sembuh. Probabilitas terjadinya kematian pada anak dengan obesitas 6,29 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak obesitas (OR = 6,29; 95% CI = 1,14 - 34,57; p-value = 0,03) dan probabilitas kematian pada anak yang mengalami prolonged shock 12,14 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami prolomged shock (OR = 12,14; 95% CI = 3,22 - 45,82; pvalue = 0,00). Variabel lain seperti pekerjaan keluarga, pendapatan keluarga, zona tempat tinggal, transportasi, pembiayaan pengobatan, ketepatan diagonosis di fasilitas kesehatan sebelumnya, dan resusitasi cairan sebelum rujukan tidak terbukti bermakna terhadap kematian akibat dengue. Kesimpulan: Status gizi dan prolonged shock merupakan faktor risiko independen terjadinya kematian akibat dengue pada anak. Penelitian tentang pengaruh determinan sosial terhadap kematian akibat infeksi dengue secara kualitatif masih perlu dilakukan.

Kata kunci Faktor Risiko, Kematian DBD, Dengue Shock Syndrom, Prolonged Shock, Obesitas, Risk factor, Dengue mortality, Dengue Shock Syndrom, Prolonged Shock, Obesity.
Program Studi S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali