HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR PROGESTERON PADA SAAT PENGAMBILAN OOSIT TERHADAP KEBERHASILAN FERTILISASI IN VITRO

Penulis

Martha Silitonga

Pembimbing: dr. Shofwal Widad, SpOG(K).; Prof.dr. Ova Emilia, M.M.Ed.,SpOG(K).,Ph.D.


ABSTRACT: Backgrounds:Progesterone rise has an important role in In Vitro Fertilization (IVF). There is still ongoing debate about the effect of elevated progesterone on oocyte retrieval to decrease pregnancy rate in IVF. Objectives:To assess the relationship between elevated progesterone at oocyte retrieval and succesful rate of pregnancy in IVF. Methods:This study was a retrospective cohort study. We conducted 210 fresh cycles of IVF from January 2014 until December 2016. Subjects were divided into 2 groups based on progesterone level on oocyte retrieval. The first group were the ones with low progesterone level (<12 ng/ml, there were 151 subjects) and the second with high progesterone level (12 ng/ml, 59 subjects). The outcome was pregnancy rate by measured ò-hCG level on day 14 after fresh embryo transfer. Results:There were no significant difference between pregnancy rate on low progesterone level and high progesterone level at oocyte retrieval (25.8% VS 23.7%; RR 0.67 CI 0.29-1.59, p>0.05). On bivariate analysis, we found that there were significant increasing of total estradiol and total follicles at the end of ovarian stimulation (RR 2.00, CI 1.57-2.55, p<0.0001; and RR 1.86, CI 1.47-2.36, p<0.0001); total oocytes retrieved (RR 1.99, CI 1.61-2.48, p<0,0001), and total embryos (RR 1.99; CI 1.62-2.43; p<0.0001)in high level progesterone group. From multivariate analysis, total oocyte counts is the only factor that significantly increased pregnancy rate in IVF (RR 3.36 CI 1.04-10.87, p<0.05). ConclusionsThere were no relationship between elevated progesterone at oocyte retrieval and pregnancy rate in fresh IVF cycles, but increasing quantities of oocyte retrieved were significantly increase pregnancy rate in fresh cycle IVF. Also, oocyte counts were significantly increased in high progesterone group.

INTISARI: Latar belakang:Fertilisasi In Vitro (FIV) semakin banyak digunakan dalam penanganan infertilitas di Indonesia. Progesteron dianggap memiliki peranan penting dalam proses FIV dan keberhasilannya. Banyak penelitian yang mempelajari pengaruh peningkatan kadar progesteron saat pengambilan oosit dalam keberhasilan FIV, namun hasil yang diperoleh masih bersifat kontroversi. Tujuan: Mengetahui hubungan peningkatan kadar hormon progesteron saat pengambilan oosit dengan keberhasilan FIV. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif. Terdapat 210 siklus FIV dalam rentang waktu Januari 2014 sampai dengan Desember 2016. Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kadar progesteron yang diukur saat pengambilan oosit. Kelompok pertama adalah kelompok dengan kadar progesteron < 12 ng/ml sebanyak 151 subyek, sedangkan 59 lainnya masuk dalam kelompok dengan kadar progesteron 12 ng/ml. Luaran kehamilan dinilai dengan mengukur kadar hormon CG 14 hari sesudah dilakukan fresh transfer embrio. Hasil: Didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan bermakna untuk luaran kehamlan antara kelompok dengan kadar progesteron rendah dan kadar progesteron tinggi (25,8% VS 23,7%; RR 0,67 IK 0,29-1,56, p>0,05). Pada analisis bivariat, diperoleh adanya peningkatan signifikan dari kadar estradiol pasca stimulasi dan jumlah folikel (RR 2,00 IK 1,57-2,55, p<0,0001 dan RR 1,86, IK 1,47-2,36, p<0,0001); jumlah oosit (RR 1,99, IK 1,61-2,48, p<0,0001), dan jumlah embrio (RR 1,99 IK 1,62-2,43; p<0,0001) pada kelompok dengan kadar progesteron tinggi. Dari analisis multivariat, peningkatan jumlah oosit merupakan satu-satunya faktor yang secara signifikan meningkatkan rasio kehamilan pada FIV (RR 3,36 IK 1,04-10,87; p<0,05). Kesimpulan:Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan signifikan rasio kehamilan pada FIV dengan peningkatan kadar hormon progesteron pada pengambilan oosit. Jumlah oosit yang dipanen secara signifikan meningkatkan keberhasilan kehamilan pada FIV, dan jumlah oosit juga signifikan meningkat pada kelompok dengan kadar progesteron tinggi.

Kata kunci progesteron, pengambilan oosit, fertilisasi in vitro, kehamilan, progesterone, oocyte retrieval, pregnancy
Program Studi SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Spesialis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali