HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA MATERNAL DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI USIA 1-3 BULAN DI PUSKESMAS JETIS DAN PUSKESMAS TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA

Penulis

Yuyun Christyanni

Pembimbing: Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D; Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S


ABSTRACT: Background: Anemia in pregnancy is still a major problem that has an impact both on the mothers and infant. Anemia in pregnancy is defined as a condition when the hemoglobin level in the blood is less than 11 g / dl. The effects of anemia to fetus includes low birth weight, lack of oxygen in womb, and also failure to breath spontaneous and regularly. These disorders could cause not optimal infant growth and development. Detection of growth and developmental delay in early age is important to find growth and developmental delay in the later periods so that the right treatment can be done immediately and the effects can be minimized. Objective: This study aims to observe correlation between history of maternal anemia and infant growth development in the age of 1-3 months. Method: The study was conducted at Jetis Public Health Center and Tegalrejo Public Health Center of Yogyakarta in March-May 2017. This study used case control study design involving 50 case group samples and 50 control group samples. The sample group screening process was conducted by z-score interpretation and the results of the Denver Development Screening Test (DDST) II assessment. The data were analyzed using univariate analysis of respondentsâ demography characteristics and intermediate variables, bivariate analysis with Chi-square test and Fisher exact test and multivariate analysis with Structural Equation Modeling (SEM). Results: There is significant correlation between history of maternal anemia with infant growth development in age 1-3 months with p-value 0.040 (OR 3,143; CI 95%: 0,055-2,235). The intermediate variable with significant impact on multivariate analysis is apgar score with p-value 0.016 (p<0.05) and respondentsâ demography characteristics that have significant effect is motherâs occupational with p value 0.013 (p<0.05). Conclusion: The condition of maternal anemia can affect growth and development of infants aged 1-3 months so that effective anemia management is important in order to obtain a good pregnancy outcomes.

INTISARI: Latar belakang: Anemia pada kehamilan masih merupakan masalah utama di dunia yang memiliki dampak pada ibu dan janin yang dikandungnya. Anemia pada kehamilan didefinisikan sebagai suatu kondisi ketika kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari 11 g/dl. Dampak anemia pada janin diantaranya berat badan lahir rendah, kekurangan oksigen dalam kandungan serta kegagalan nafas spontan dan teratur. Gangguan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi tidak optimal. Deteksi gangguan tumbuh kembang pada usia awal kelahiran merupakan hal yang penting untuk mengetahui adanya gangguan tumbuh kembang pada periode lebih lanjut sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan dan efek buruk dapat diminimalkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat anemia maternal dengan tumbuh kembang bayi usia 1-3 bulan. Metode: Penelitian dilakukan di Puskesmas Jetis dan Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta pada bulan Maret-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study dengan melibatkan 50 sampel kelompok kasus dan 50 sampel kelompok kontrol. Proses skrining kelompok sampel dilakukan dengan interpretasi nilai z-score dan hasil penilaian Denver Development Screening Test (DDST) II. Analisis data menggunakan analisis univariat karakteristik demografi responden penelitian dan variabel antara, bivariat dengan Chi-square test dan Fisher exact test serta multivariat dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara riwayat anemia maternal dengan tumbuh kembang bayi usia 1-3 bulan dengan p-value 0,040 (OR 3,143; CI 95%: 0,055-2,235). Variabel antara yang berpengaruh adalah apgar score dengan p-value 0,016 (p<0,05) dan karakteristik demografi yang berpengaruh signifikan adalah status pekerjaan ibu dengan p-value 0,013 (p<0,05). Kesimpulan: Kondisi anemia maternal dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi usia 1-3 bulan sehingga penatalaksanaan anemia yang efektif penting dilakukan agar diperoleh hasil kelahiran yang baik.

Kata kunci maternal anemia, growth development, infant
Program Studi S2 Keperawatan UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali