PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SEBAGAI PENDUKUNG PERENCANAAN DISTRIBUSI DAN MUTASI SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PONOROGO

Penulis

Mochamad Davin A.

Pembimbing: Dr., dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH., M.Kes., MAS.


ABSTRACT: Background: Health Human Resources is the key to the successful achievement of health development goals in Indonesia. On the other hand, Management Information System (MIS) is one of the most important technologies that has been developed which can be utilized to manage existing human resources (Buzkan, 2016). The results of the observation indicate that existence of MIS of SDMK in Ponorogo public heallth centers can lead to the assumption of uncertainty in the process of planning, distribution and mutation. Based on the description above, the research on Developing management Information System to Support Health Human resource Planning, Distribution and Mutation in Ponorogo Public Health center needs to be conducted. Research Objectives: This study aims to develop a MIS that can support the planning, distribution and mutation of SDMK in public health centers. Research Method: The type of this research is action research which applies prototyping research design. Data and information obtained by conducting observation, interviews and FGDs. Results: Data of SDMK which are needed by users are identity of SDMK, rank, education, position, place of work, and status of personnel. The output of the SIM SDMK shows that most of the total 31 SDMK have not been reached the standard of Permenkes RI No 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Moreover, regulation of SDMK nedeed are UUD 1945, UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan UU Nakes No 36 tahun 2014, Permenkes No 75 tahun 2014 tentang Puskesmas dan Peraturan bersama Menkes, Mendagri dan Menpan tentang perencanaan dan pemerataan Nakes di Fasyankes milik PEMDA No 61 tahun 2014 yet, as the consideration and guidelines of developing SIM SDMK Puskesmas. Prototype of SIM SDMK Pukesmas in Ponorogo covers five process, those are processing the data of SDMK, data of rank, data of education, data of position, and process of report and recapitulation processing. Conclusion: According to users, SIM SDMK in Public Health Center that has been developed is easy to be implemented. However, the output of SIM SDMK Pukesmas that has been developed shows that most of the SDMK in 31 Pukesmas have not been fulfilled the standard that is stated in Permenkes RI No 75 tahun 2014 Tentang Puskesmas so that it is hoped that the data and information from this SIM SDMK Pukesmas can be used as the basis of policy making in doing planning, distribution and mutation of SDMK.

INTISARI: Latar Belakang: SDMK merupakan kunci utama dalam keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. SIM SDM merupakan salah satu teknologi yang paling penting yang telah berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk mengelola SDM yang ada (Buzkan 2016). Hasil observasi menunjukkan belum adanya SIM SDMK di Puskesmas Kab.Ponorogo. Berdasarkan uraian diatas, penelitian mengenai Pengembangan SIM sebagai pendukung perencanaan, distribusi dan mutasi SDMK di Puskesmas Kabupaten Ponorogo perlu dilaksanakan. Tujuan Penelitian: Mengembangkan SIM yang dapat mendukung perencanaan, distribusi dan mutasi SDMK di Puskesmas. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah action research dengan rancangan penelitian prototyping. Data dan informasi diperoleh melalui observasi, wawancara dan FGD. Hasil: Data SDMK yang dibutuhkan oleh pengguna yaitu identitas SDMK, kepangkatan, pendidikan, jabatan, tempat tugas dan status kepegawaian. Output SIM SDMK Puskesmas menunjukkan sebagian besar SDMK di 31 Puskesmas belum sesuai standar Permenkes RI No 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Regulasi SDMK yang dibutuhkan yaitu UUD 1945, UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan UU Nakes No 36 tahun 2014, Permenkes No 75 tahun 2014 tentang Puskesmas dan Peraturan bersama Menkes, Mendagri dan Menpan tentang perencanaan dan pemerataan Nakes di Fasyankes milik PEMDA No 61 tahun 2014, sebagai pertimbangan dan pedoman pengembangan SIM SDMK Puskesmas. Di dalam mendukung Kebijakan SDMK dibutuhkan rekapitulasi jumlah SDMK total, SDMK tiap unit dan GAP antara Standard dan kondisi SDMK yang ada di setiap Puskesmas. Prototipe SIM SDMK Puskesmas di Dinkes Kab.Ponorogo meliputi 5 proses, yaitu proses pengolahan data SDMK, data kepangkatan, data pendidikan, data jabatan dan proses pengolahan laporan dan rekapitulasi. Kesimpulan: Menurut user, SIM SDMK Puskesmas yang dikembangkan mudah diimplementasikan. Akan tetapi, output SIM SDMK Puskesmas yang sedang dikembangkan menunjukkan bahwa sebagian besar SDMK di 31 Puskesmas yang ada belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Permenkes RI No 75 tahun 2014 Tentang Puskesmas sehingga diharapkan data dan informasi dari SIM SDMK puskesmas ini bisa digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam melakukan perencanaan, distribusi dan mutasi SDMK yang ada.

Kata kunci Sistem Informasi Manajemen, SDMK, Prototyping, Management Information System, Health Human Resource, Prototyping
Program Studi S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali