PERILAKU PEMBERIAN ASI PADA IBU USIA REMAJA STUDI FENOMENOLOGI DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR

Penulis

Nurhidayah Husnah

Pembimbing: dr.Detty Siti Nurdiati Z, MPH, PhD,SpO ; Dr.Dra.Sumarni, M.Si


ABSTRACT: Background Percentage of early age married in Indonesia incerase. Adolescent mothers are faced with complex problems, in addition to being full of development as aadolescent,school, also faced with the role of being a mother. Adolescent mothers are not ready become a mother, lack of knowledge, less responsive and careless in taking care of the baby and in breastfeeding practise are the common causeses of early weaning food . Breastfeeding have benefits health both for baby and the mother. In breastfeeding practisce, adolescent mothers are influenced by many factors, from themselves and the environment. Objectives To explore the breastfeeding behavior of adolescent mothers in Biringkanaya District Makassar Method This research is a qualitative research with phenomenology approach. The research informant was chosen by purposive sampling. The data were collected through in depth interview and observation on 11 informants which is 6 main informants (adolescent mother) and 5 supporting informants. Results In the early stages of breastfeeding adolescent mothers facing trouble in breastfeeding.Pain and swelling in the breast, difficult to give milk during the night, less production milk and cesarean are barrier to breastfeeding behavior of adolescent mother. However, with the support from family and health workers made adolescent mothers breastfeeding their infant and maintain it. Information from family, peers, health workers and experience people around them motivate adolescent mother to decide their duration and intention in breastfeeding. Conclusion Breastfeeding perception of adolescent mothers affects their behavior in breastfeeding. Perceptions of threats and barrier can make adolescent mothers stop breastfeeding. Knowledge of the benefits of breastfeeding, family support, and health personnel can make teenage mothers breastfeed exclusively.

INTISARI: Latar belakang: Persentase pernikahan usia muda di Indonesia masih tinggi yakni peringkat kedua di ASEAN. Pernikahan usia muda menyebabkan peningkatan ibu usia remaja. Ibu usia remaja dihadapkan dengan permasalahan kompleks, selain harus berhadapan dengan perkembangan sebagai remaja, sekolah, juga dihadapkan dengan peran menjadi seorang ibu. Hal ini menyebabkan ibu usia remaja dianggap belum siap menjadi seorang ibu, kurang pengetahuan, kurang responsif dan kurang terampil baik dalam merawat bayi juga dalam memberikan ASI. Pemberian ASI memberikan manfaat bagi kesehatan bayi dan ibu. Dalam pemberian ASI ibu usia remaja dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan. Tujuan penelitian: Mengetahui secara mendalam perilaku pemberian ASI pada ibu usia remaja di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi pada 11 informan penelitian 6 informan utama (ibu usia remaja) dan 5 informan pendukung. Hasil : Pada fase awal menyusui ibu usia remaja menghadapi kesulitan yang cukup rentan dan mengancam untuk menghentikan pemberian ASI. Kesulitan yang dihadapi seperti nyeri dan bengkak pada payudara, kesulitan memberikan ASI pada malam hari, ASI yang keluar sedikit dan kelahiran cesar yang membuat terpisah dengan bayi mereka. Namun dengan adanya dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan ibu usia remaja yang pada awalnya memberikan makanan selain ASI di bulan pertama kelahiran bayi kembali memberikan ASI, dan masih mempertahan perilaku pemberian ASI. Hal lain yang menggerakkan ibu usia remaja dalam pemberian ASI antara lain informasi dari orang tua, teman sebaya, tenaga kesehatan, dan juga pengalaman dari orang sekitar berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan. Kesimpulan : Persepsi pemberian ASI ibu usia remaja memperngaruhi perilaku mereka dalam pemberian ASI. Persepsi ancaman dan hambatan dapat membuat ibu usia remaja menghentikan pemberian ASI. Pengetahuan terkait manfaat ASI, dukungan keluarga, dan tenaga kesehatan dapat membuat ibu usia remaja memberikan ASI secara eksklusif.

Kata kunci ASI, Ibu remaja, Perilaku
Program Studi S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali