IDIOM BAHASA ARAB DAN TERJEMAHANNYA DALAM BAHASA INDONESIA ANALISIS DESKRIPTIF DALAM NOVEL A`ZH-ZHILLUL-ASWAD DAN BAYANG-BAYANG HITAM KARYA NAJIEB AL-KILANY

Penulis

Lilik Rochmad Nurcholisho

Pembimbing: Prof. Dr. Syamsul Hadi., S.U., M.A; Dr. Thoyib IM; Dr. Suhandano, M.A.


ABSTRACT: One of the strongest motives behind the attempt to compile this research on translating idioms is that popular fallacy that "idiomatic expressions are notoriously untranslatable". It has been proven that some idioms are not translated perfectly in novel even some are omitted and not explained. This research aims: 1) to describe types of Arabic idioms in an Arabic novel entitled A`zh-Zhillul-Aswad, and the semantic elements that compose them,and 2) to analyze the techniques and methods in translating Arabic idioms into Indonesian. This research uses descriptive-qualitative approach oriented to the translation result. The data used in this study are Arabic idioms that collected from novel A`zh-Zhilul-Aswad and their translations from Arabic into Indonesian. The research data are collected by seeing and making a note techniques, and then analyzed based on research objectives. The results show that, Arabic idioms found in novel A`zh-Zhillul-Aswad could be classified into six (6) structures,: a) Phrasal verbs Idioms, b) Tournure Idioms, c) Irreversible Binomial Idioms, d) Phrasal Compound Idioms, e) Pseudo-Idioms, f) Preposition Compoud Idioms. Besides, Arabic idioms collected from the novel often use animals, plants, human body, tools, colors and the universe as metaphorical parables, and 2) Translation techniques applied by translator in translating Arabic idioms in that novel are: a) transposition technique with 56 idioms, b) literal technique with 32 idioms, c) modulation translation technique with 19 idioms, d) description technique with 3 idioms, and d) removal techique with 1 idiom. The methods used in translating Arabic idioms are: a) literal method with 57 data, b) semantic method of 27 data, c) idiomatic method 7, d) free method 17, and e) word-for-word method with 3 data. By viewing the analysis of translation techniques and methods, it can be said that the translator has a preference for the ideology of foreignization. This means that he can not escape from the shadow of Arabic as the source language. A Translation should not stop at literal translation, but the context of the sentence must also be seen because idiom can be understood from the context of the whole sentence. Keywords: Arabic Language, Idioms, structures of Idioms, Methodes and Techniques of Translation.

INTISARI: Satu hal yang mendorong untuk mengkaji penerjemahan idiom adalah adanya persepsi umum yang menyatakan bahwa "idiomatic expressions are notoriously untranslatable". Dari pernyataan ini terbukti setidaknya pada salah satu karya terjemahan novel khususnya pada bagian penerjemahan idiom. Ditemukan di sana beberapa idiom tidak diterjemahkan dengan sempurna bahkan ada yang dihilangkan maknanya dan tidak dijelaskan. Padahal di situlah pentingnya penggunaan idiom dalam novel, sebagai sebuah karya yang memiliki nilai estetika. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tipe idiom bahasa Arab yang terdapat dalam novel bahasa Arab dengan judul A`zh-Zhillul-Aswad, dan 2) menganalisis teknik dan metode penerjemahan idiom dalam novel terjemahan Bayang-bayang Hitam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan berorientasi pada hasil terjemahan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencakup data primer berupa tuturan-tuturan idiom bahasa Arab yang terdapat dalam novel A`zh-Zhillul-Aswad dan terjemahannya dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik simak dan catat dan lanjutannya, lalu dianalisis berdasarkan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Idiom bahasa Arab yang ditemukan dalam novel A`zh-Zhillul-Aswad dapat dibagi menjadi 6 (enam) tipe idiom leksemik, yaitu: a) Idiom Frasa Verba (IFV), b) Idiom Tournure (IT), c) Idiom Binomial yang Irreversible (IBI), d) Idiom Frasa Bentukan (IFB), e) Idiom semu (IS), f) Idiom Frasa Bentukan Preposisi (IFBPre). Dari unsur kata yang digunakan sebagai unsur pembentuknya, idiom bahasa Arab meminjam kata-kata yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, anggota tubuh manusia, alat-alat yang digunakan oleh manusia, warna dan alam semesta. 2) Teknik penerjemahan yang diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan novel adalah: a) teknik transposisi dengan 56 idiom, b) teknik literal dengan 32 idiom, c) teknik penerjemahan modulasi dengan 19 idiom, d) teknik pemadanan bercatatan dengan 3 idiom, dan e) teknik penghilangan dengan 1 idiom. Adapun metode yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan idiom bahasa Arab adalah: a) metode harfiah dengan 57 data, b) metode semantis sebanyak 27 data, c) metode idiomatis sebanyak 7, d) metode bebas sebanyak 17, dan e) metode kata-demi-kata sebanyak 3 data. Jika ditinjau dari hasil analisis terhadap teknik dan metode terjemahan, penerjemah memiliki keberpihakan kepada ideologi foreignisasi. Artinya ia tidak bisa lepas dari bayang-bayang bahasa Arab sebagai bahasa sumber. Penerjemahan seharusnya tidak berhenti pada penerjemahan secara harfiah, tetapi konteks kalimat juga harus dilihat karena idiom dapat dipahami dari konteks kalimat secara utuh Kata kunci: Bahasa Arab, Idiom, Struktur Idiom, Metode, Teknik Penerjemahan

Kata kunci Bahasa Arab, Idiom, Struktur Idiom, Metode, Teknik Penerjemahan
Program Studi S3 Sastra/Kajian Timur Tengah UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Disertasi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali