The Economic Effects of Health Shocks and the Role of Social Insurance: A Study Case of Indonesian Jamkesmas

Penulis

Marsya Paramita C

Pembimbing: Elan Satriawan, Dr., M. Ec.


Penurunan kesehatan seseorang, atau disebut juga health shock negatif dapat menyebabkan rumah tangga tidak mampu mempertahankan level pendapatannya dan meningkatkan pengeluaran medis, sehingga berakibat buruk terhadap level konsumsinya. Namun demikian, bila kondisi tertentu terpenuhi, rumah tangga masih mungkin untuk menjaga level konsumsinya dalam mengadapi health shock dari anggota produktifnya. Dalam penelitian ini, hipotesis asuransi penuh (full insurance) diuji menggunakan data Indonesia, yakni Sakerti gelombang ke-4(2007) dan ke-5(2014). Model utama yang digunakan berupa model umum dalam literatur terkini mengenai health shocks yaitu model yang digunakan oleh Gertler dan Gruber (2002), sebagai salah satu jenis model uji asuransi penuh. Mengingat bahwa Indonesia menargetkan layanan kesehatan universal, penelitan ini juga melihat dampak dari keberadaan asuransi kesehatan sosial berupa Jamkesmas. Interaksi antara variabel Jamkesmas dan variabel health shocks ditambahkan ke model utama seperti yang telah dilakukan oleh Liu (2016). Dari hasil estimasi, terlihat bahwa pada kebanyakan rumah tangga tidak terdapat perubahan konsumsi per kapita signifikan setelah terjadi health shocks baik dari kepala rumah tangga maupun pasangannya. Terdapat beberapa hasil yang bertolak belakang di mana rumah tangga penerima Jamkesmas mampu menjaga suatu tipe konsumsi, namun tidak dengan tipe konsumsi lainnya. Dengan demikian, peran jamkesmas dalam memitigasi jatuhnya tingkat konsumsi rumah tangga masih belum jelas dan membutuhkan studi yang lebih lanjut.

A decrease in someone's health or a negative health shock could cause household's inability to keep the previous level of income and increase household's medical spending, thus affecting its current level of consumption. However, if certain conditions are met, households may be able to smooth their consumption in facing health shocks from their productive member. In this paper, the full hypothesis of consumption smoothing is tested using Indonesian data, namely the 2007(4th) and 2014(5th) wave of IFLS longitudinal survey. The main model used is the one common in recent health shocks literature, formerly used by Gertler and Gruber (2002) as a variety of full insurance test model. As Indonesia is targeting towards a universal health care, this paper also investigates formal governmental insuring mechanism in the form of Indonesian social health insurance called Jamkesmas. Thus, interaction between the health shocks and Jamkesmas variables are added to the original model to study the insuring effect, as previously done in Chinese study by Liu (2016). From the estimation, for most households, there is no significant change in consumption per capita following health shock of both head of household and his or her spouse. There are some mixed results, in which recipients of Jamkesmas are able to insure their consumption, but non-recipients are not, and vice versa. Thus, in this regard, the role of Jamkesmas in mitigating drop of consumption is unclear and in need of further study.

Kata kunci health shocks, consumption smoothing, asuransi kesehatan sosial, IFLS, Jamkesmas
Program Studi S1 ILMU EKONOMI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali