LIMBAH PABRIK DI DELTA BRANTAS: Industrialisasi dan Permasalahan Lingkungan di Sidoarjo Jawa Timur, 1950-2006

Penulis

Ronal Ridhoi

Pembimbing: Dr. Abdul Wahid, M.Phil.


ABSTRACT: The industrialization process in Sidoarjo was started since the third decade of 19th century with the establishment of sugar industry. Since 1950s, when the government introduced central industrialization project, manufacturing sector was developed and grew rapidly during the New Order era. Such massive scale of manufacturing industry in Sidoarjo have resulted ecological, social economic and environmental chages. Considering those facts, this study aims at explaining the industrialization process and environmental problems causing environmental degradation in Sidoarjo. To do so, this study applies environmental history approach, and peruses archival sources, newspapers, magazines and interviews. This research finds out that manufacturing industry in Sidoarjo can be divided into three stages, namely (1) Early Manufacturing, (2) Advanced Manufacturing, and (4) Industrial Clustering. Overall, manufacturing sector in Sidoarjo on one side, caused an environmental problems, such as social transformation which indicated by the emergence of environmental awareness. On the other side, it caused also the declining quality of environment in this region. Some of the indicators are high levels of pollution (air, water, soil, and noise), land use change and environmental diseases. Moreover, various respons from Sidoarjoâs government or society has failed to mitigate the problems. This has to do not only with a weak regulations and law enforcement, but also with the collusion practice between the local government and industrialist and even with the military personnels, particularly during the New Order. Consequently, until 2006 Sidoarjoâs environmental problems has never been completely resolved and recurrently happen.

INTISARI: Proses industrialisasi di Sidoarjo dimulai sejak dekade ketiga abad ke-19, yang ditandai oleh pembangunan industri gula. Sejak 1950-an, ketika ada proyek industrialisasi dari pemerintah pusat, sektor manufaktur mulai berkembang dan mengalami pertumbuhan pesat selama Orde Baru. Masifnya industri manufaktur di Sidoarjo telah mengubah kondisi ekologis, kehidupan sosial-ekonomi maupun lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses industrialisasi dan munculnya permasalahan lingkungan di Sidoarjo yang berakibat pada kerusakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah lingkungan dengan memakai sumber-sumber arsip, surat kabar, majalah dan hasil wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa periodisasi industri manufaktur di Sidoarjo dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: (1) Manufaktur Awal, (2) Manufaktur Tingkat Lanjut, dan (3) Klasterisasi Industri. Secara keseluruhan, di satu sisi sektor manufaktur di Sidoarjo telah menyebabkan munculnya permasalahan lingkungan, seperti transformasi dalam masyarakat yang ditandai dengan munculnya kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Di sisi lain, juga terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup. Beberapa indikatornya yaitu: tingginya tingkat polusi (air, udara, tanah, suara), perubahan penggunaan lahan dan ancaman penyakit. Selain itu, berbagai macam respon, baik dari pemerintah maupun masyarakat, belum mampu mengatasi persoalan tersebut. Selain karena lemahnya regulasi dan penegakan hukum, hal itu juga dikarenakan adanya praktek kolusi antara pemerintah daerah dengan pengusaha dan bahkan dengan oknum militer, terutama pada masa Orde Baru. Oleh karena itu, hingga tahun 2006 permasalahan lingkungan hidup di Sidoarjo belum terselesaikan dengan baik dan masih terus berulang.

Kata kunci Industrialisasi, Permasalahan lingkungan, Polusi, Sidoarjo.
Program Studi S2 ILMU SEJARAH UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali