PENENTUAN MUTU INSTRINSIK TOMAT (Lycopersicum esculentum) SECARA NON-DESTRUKTIF MENGGUNAKAN SMARTPHONE

Penulis

Muhamad Fikri Marzuki

Pembimbing: Dr. Nafis Khuriyati, STP., M.Agr.; Dr. Wagiman, STP., M.Si.


ABSTRACT: Colors and flavors belong to the intrinsic quality of product. Tomato color is determined by its lycopene content. Consumers often associate color with sweetness, expressed as Brix degree. Thus, color allegedly can be used to predict tomato�s lycopene and degree Brix. The objectives of this study were to determine the best condition for color data collection using smartphone and to develop Brix degree and lycopene calibration model based on color indicator L*, a*, and b* value. Tomato subvar. Marta was used as sample. The experiment was conducted to develop non-destructive method based on measurements performed destructively. Experiments were performed in non-destructive method for L*a*b* color data collection using chroma meter and smartphone. During model development, destructive method was applied to obtain both actual obrix data using hand refractometer and actual lycopene data using UV-Vis spectrophotometer. Taken in controlled distance smartphone shooting and light exposure condition, color data was then made into regression model using SPSS software, and the least error model was subsequently selected. Results showed that Brix degree calibration model can be expressed as Y = 3,648 + 0,033 x1 + 0,009 x2 � 0,026 x3 with R square of 0,384, while lycopene calibration model was Y = 620,355 � 9,816 x1 + 3,783 x2 � 4,01 x3 with R square of 0,723. Images were taken at 30 cm distance with 199 lx and 1020 lx light exposure.

INTISARI: Warna dan rasa termasuk kedalam mutu intrinsik dari sebuah produk. Pada tomat, warna dipengaruhi oleh kandungan likopen. Konsumen sering mengkaitkan antara warna dengan rasa manis yang dinyatakan dalam derajat Brix. Warna diduga mampu untuk memprediksi kandungan likopen dan derajat Brix pada tomat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kondisi pengambilan data warna terbaik dengan menggunakan smartphone dan menyusun model kalibrasi derajat Brix dan likopen berdasarkan nilai warna L*a*b*. Objek penelitian yaitu tomat varietas Marta. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode non-destruktif berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan secara destruktif. Pengambilan warna L*a*b* dilakukan secara non-destruktif menggunakan chroma meter dan smartphone, sedangkan derajat brix yang menggunakan hand refractometer dan likopen yang menggunakan spektrofotometer UV-Vis dilakukan secara destruktif. Pada kondisi yang sudah diatur, data warna diambil kemudian dibuat persamaan regresinya dengan menggunakan software SPSS dan dipilih model yang memiliki error paling kecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa model kalibrasi derajat Brix yang didapat yaitu Y = 3,648 + 0,033 x1 + 0,009 x2 - 0,026 x3 dengan R kuadrat sebesar 0,384, sedangkan model kalibrasi likopen yaitu Y = 620,355 - 9,816 x1 + 3,783 x2 - 4,01 x3 dengan R kuadrat sebesar 0,723. Kondisi pengambilan gambar dilakukan pada jarak 30 cm dengan kondisi pencahayaan sebesar 199 lx dan 1020 lx.

Kata kunci derajat Brix, likopen, non-destruktif, smartphone, tomat
Program Studi S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali