PENGUKURAN KOEFISIEN PERMEABILITAS MENGGUNAKAN ALAT CONSTANT DISCHARGE PADA PROSES PEMBASAHAN PENGERINGAN TANAH

Penulis

Juvenil Kurniawan Daeli

Pembimbing: Dr. Ir. Ahmad Rifa'i, M.T.


Salah satu inovasi dalam bidang geoteknik khususnya masalah unsaturated soil adalah pengembangan alat uji permeabilitas tanah di lapangan. Pengujian lapangan menggunakan constant discharge menjawab keterbatasan uji permeabilitas di lapangan. Agar menghasilkan data yang lebih akurat dalam berbagai kondisi pengujian, alat constant discharge perlu dipelajari dan diimplementasikan pada kondisi yang berbeda. Penelitian yang dilakukan adalah pengukuran koefisien permeabilitas menggunakan alat constant dischrage pada proses pembasahan pengeringan tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan mengkondisikan kepadatan sesuai dengan kepadatan tanah di lapangan. Selanjutnya dilakukan pengembangan alat uji constant discharge untuk mengetahui pengaruh siklus basah-kering (wetting-drying) pada tanah. Pengujian akan dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali mengikuti siklus basah-kering, sehingga diharapkan dengan prosedur pengujian constant discharge dalam siklus basah-kering akan didapatkan nilai koefisien permeabilitas tanah pada kondisi jenuh sebagian (unsaturated) hingga jenuh (saturated). Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien permeabilitas tanah pada kondisi jenuh sebagian hingga jenuh dari siklus basah-kering. Nilai koefisien permeabilitas tanah dengan kepadatan 1,55 gr/cm3 dengan kode SM berdasarkan klasifikasi USCS mulai dari kondisi jenuh sebagian adalah 2,03x10-6 cm/det sampai pada kondisi jenuh adalah 8,73x10-5 cm/det. Nilai koefisien permeabilitas unsaturated dalam siklus basah kering juga mengalami kenaikan seiring naiknya derajat kejenuhan tanah. Penerapan alat dan prosedur pengujian permeabilitas constant discharge di laboratorium memberikan data cukup stabil dalam 3 kali siklus basah-kering.

Innovation in geotechnical engineering, particularly the innovation in unsaturated soil cases is the development of in situ-soil permeability instrument. Field test using constant discharge hopes able to answer limited permeability test in situ. In order to obtain the best results in any conditions, the constant discharge instrument require to be learnt and implemented in any different conditions. The research was conducted using constant discharge instrument in wetting-drying soil processes. The research was conducted in laboratory with compactness which appropriate with the compacteness in field. The next step was developing the instrument to obtain the effect of wetting-drying process in soil. This research was conducted three times followed wetting-drying process in order to obtain permeability coefficient value in unsatureated and saturated condition. This research produces soil permeability coefficient in unstaureated-saturated process from wetting drying process. Permeability coefficient value with the compactness of 1,55 gr/cm3 with code SM based on USCS clarification are 2,03x10-6 cm/det from unsaturated process and 8,73x10-5 cm/det from saturated process. The value of unsaturated permeability coefficient in wetting drying process will increase proportionaly with the increase of degree of soil saturation. Applying and testing of the device in constant discharge permeability procedure in laboratory give the good result, which stable enough in 3 times wetting-drying testing cycle.

Kata kunci permeabilitas, derajat kejenuhan, volumetric water content
Program Studi S1 TEKNIK SIPIL UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali