Mikrokontroller STM32F407VG dan Battery Monitoring Front-End AD7280A Sebagai Sistem Manajemen Baterai pada Modul Baterai Lithium Ion Samsung INR18650-25R

Penulis

Ade Pratama Sk

Pembimbing: Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., Ph.D.;Adha Imam Cahyadi, S.T., M.Eng., D.Eng.


ABSTRACT: In recent years high-power battery pack usually composed by lithium ion (Li-Ion) batteries due to various advantages which more profitable instead of using nickel metal hydrare (Ni-MH) batteries. However, Li-Ion batteries easily damaged if operated outsie its limits. The solution of this problem is the installation of battery management systems or BMS device to keep the battery pack from being operated outside its safe operating area. BMS has a main function to monitor the value of voltage, current and temperature and additional function to perform cell-balancing. BMS is responsible for providing control signal for controlling the connection between the battery pack with power source or with load in order to control the charging or discharging process. And for the cell-balancing function, BMS will perform cell-balancing for the battery pack if there are battery cell which has amount of charge/voltage more than the average. In the test performed on the proposed BMS design, showed that BMS can perform all the main functions, which is monitoring the voltage, current and temperature as well as the additional function cell-balancing. So, the BMS can protect against over-voltage, under-voltage, discharging over-current, and charging over-current.

INTISARI: Pada zaman sekarang ini battery pack berdaya tinggi umunya tersusun atas baterai lithium ion (Li-Ion) karena berbagai kelebihannya yang lebih menguntungkan daripada menggunakan nickel metal hydrade (Ni-MH). Namun, baterai Li-Ion mudah rusak bila dioperasikan diluar batas amannya. Solusinya adalah pemasangan piranti sistem manajemen baterai atau BMS untuk menjaga battery pack agar tidak dioperasikan diluar wilayah kerja yang aman. BMS memiliki fungsi utama untuk melakukan monitoring terhadap nilai tegangan, arus serta suhu dan fungsi tambahan untuk melakuka cell-balancing. BMS bertugas untuk memberikan sinyal kendali untuk mengendalikan hubungan antara battery pack ke sumber daya atau ke beban agar bisa mengendalikan proses charging atau discharging. Dan untuk fungsi cell-balancing, BMS akan melakukan cell-balancing terhadap battery pack bila didalamnya terdapat sel yang jumlah muatan/tegangannya lebih tinggi daripada tegangan reratanya. Pada pengujian yang dilakukan terhadap desain BMS yang diajukan, didapatkan hasil bahwa BMS dapat melakukan seluruh fungsi utama yaitu monitoring tegangan, arus, dan suhu serta fungsi tambahan cell-balancing. Sehingga BMS dapat melakukan proteksi terhadap tegangan sel berlebih, tegangan sel terlalu rendah, arus discharging berlebih maupun arus charging berlebih.

Kata kunci Battery pack Li-Ion, Battery Management System, monitoring tegangan dan arus, cell-balancing, proteksi baterai
Program Studi S1 TEKNIK ELEKTRO UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali