PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN BARU PASCA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 DI KABUPATEN SLEMAN

Penulis

Ulul `azmi Husna Rahmawati

Pembimbing: Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A


ABSTRACT: The natural disaster of Merapi volcano eruption in 2010 has resulted in many casualties and huge material loss. Sleman district had to suffer under the biggest loss. Post-disaster tackling effort was made through reconstruction and rehabilitation of settlements and developed new permanent ones. The study aimes at:1) identifying the characteristics of the new permanent settlements after the eruption of Merapi volcano in 2010,2) identifying the condition of the infrastructure of the new settlements after the eruption of the volcano in 2010 and 3) analyzing the management of the infrastructure of the new permanent settlements after the eruption of the volcano in 2010. The research used mixed method. Its analysis units were 12 new permanent settlements, including Batur, Pegerjurang, Karangkendal, Plosokerep, Gondang2, Gondang3, Dongkelsari, Kuwang, Randusari, Gading, Jetisumur and Banjarsari. Its informants were especially key persons living in the new permanent settlements. The results of the study showed that the spreading pattern of the new permanent settlements was random. There has up to the present time been 92% of 1,510 houses occupied by their owners. The availability of the infrastructure of the majority of the new permanent settlements has been as expected, but there were still some insufficient infrastructures so that it was necessary to make some betterments and to devolop more infrastructures. The management of the new permanent settlement has been entrusted to the people, but there were still some settlements that have not been well-managed, especially the new permanent settlement that have not been occupied.

INTISARI: Bencana erupsi Gunungapi Merapi Tahun 2010 telah mengakibatkan banyak korban dan kerugian materiil. Kerugian terbesar dialami Kabupaten Sleman. Penanggulangan pasca bencana dilakukan melalui kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi dibidang permukiman dengan membuat hunian tetap (huntap). Tujuan penelitian ini adalah; 1)mengidentifikasi karakteristik permukiman baru (hunian tetap) pasca erupsi Gunungapi Merapi Tahun 2010; 2)mengidentifikasi kondisi infrastruktur permukiman baru (hunian tetap) pasca erupsi Gunungapi Merapi Tahun 2010; dan 3) menganalisis pengelolaan infrastruktur permukiman baru (hunian tetap) pasca erupsi Gunungapi Merapi Tahun 2010 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Unit analisis berupa permukiman baru hunian tetap yang berjumlah 12 meliputi: Batur, Pegerjurang, Karangkendal, Plosokerep, Gondang 2, Gondang 3, Dongkelsari, Kuwang, Randusari, Gading, Jetis Sumur dan Banjarsari. Informan dalam penelitian ini ditekankan pada key person yang tinggal di huntap. Hasil dari penelitian ini menjukkan pola sebaran hunian tetap adalah tersebar tidak merata (random). Hingga saat ini, dari 1.510 rumah hanya 92% yang telah dihuni oleh pemiliknya. Ketersediaan infrastruktur sebagian besar hunian tetap telah sesuai, namun terdapat hunian tetap infrastrukturnya masih kurang memadai sehingga dilakukan perbaikan dan penambahan. Pengelolaan hunian tetap sepenuhnya telah diserahkan kepada masyarakat namun hingga saat ini, beberapa hunian tetap masih belum terkelola dengan baik terutama pada hunian tetap yang masih banyak belum terhuni.

Kata kunci bencana, permukiman, infrastruktur, pengelolaan
Program Studi S1 PEMBANGUNAN WILAYAH UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2017
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali