MEDIA BARU DALAM KASUS UDIN Studi Kasus Penggunaan Media baru oleh Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta dalam Mendorong Penuntasan Kasus Pembunuhan Wartawan Udin

Penulis

Silverius Guntur Dwi P

Pembimbing: Wisnu Martha Adiputra, S.IP., M.Si.


ABSTRACT: The use of new media are commonly found in many sectors of life. Especially in this era of information such as the present, where new media converged with the internet. The use of new media capable of changing communication patterns in society that contribute to encourage social movements. The phenomenon then affect how an opinion was voiced to the public. Perhaps, a few years ago no one thought that a small group of people can make massive changes impacting through new media. However, now it can be done. The use of new media was practiced by AJI Yogya. They make use of new media to oversee the murder of journalist Udin. Because, there are many who do not know who and why Udin was killed. Therefore, AJI Yogya feel the need to consistently raise the issue of Udin on various occasions. The public needs to know about the human tragedy as a common reflection in order not to be repeated in the future. Moreover, the tragedy that occurred in 1996 is unresolved. Police could not catch Udin killer until now. AJI Yogya think, Udin's case is a responsibility that must be resolved by the government. The core of this study is the use of new media. This study investigates and explains the use of new media by AJI Yogya in encouraging the completion of journalists Udin murder case. This study also wants to see how the relationship between the use of new media and social movements related to efforts AJI Yogya encourage completion of the case. This study will use types and descriptive method - a case study. Meanwhile, in its writing, this research has structured in narrative to make it more easily understood.

INTISARI: Media baru sudah jamak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Terlebih di era informasi seperti sekarang, dimana media baru terkonvergensi dengan internet. Penggunaan media baru mampu mengubah pola komunikasi di masyarakat sehingga turut andil mendorong terjadinya gerakan sosial. Fenomena tersebut lantas mempengaruhi bagaimana suatu pendapat disuarakan ke publik. Mungkin, beberapa tahun silam tidak ada yang menyangka bahwa kelompok kecil orang dapat membuat perubahan yang berdampak masif lewat media baru. Namun, kini hal itu bisa dilakukan. Penggunaan media baru pun dipraktikkan oleh AJI Yogya. Mereka memanfaatkan media baru untuk mengawal kasus pembunuhan wartawan Udin. Pasalnya, masih banyak pihak yang belum mengetahui siapa dan mengapa Udin dibunuh. Untuk itu, AJI Yogya merasa perlu untuk konsisten mengangkat isu Udin di berbagai kesempatan. Publik perlu tahu tentang tragedi kemanusiaan itu sebagai bahan refleksi bersama agar tidak lagi terulang di masa depan. Terlebih, tragedi yang terjadi tahun 1996 tersebut tidak kunjung tuntas. Polisi tidak dapat menangkap pembunuh Udin sampai sekarang. Bagi AJI Yogya, kasus Udin merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah. Inti dari penelitian ini adalah penggunaan media baru. Penelitian ini ingin mengetahui dan menjelaskan penggunaan media baru oleh AJI Yogya dalam mendorong penuntasan kasus pembunuhan wartawan Udin. Penelitian ini juga ingin melihat bagaimana hubungan antara penggunaan media baru dan gerakan sosial berkaitan dengan upaya AJI Yogya mendorong penuntasan kasus tersebut. Penelitian ini akan menggunakan jenis dan metode deskriptif â studi kasus. Sedangkan dalam penulisannya, penelitian ini disusun dalam bentuk narasi dengan harapan agar lebih mudah dipahami.

Kata kunci new media, social movements, internet, AJI Yogyakarta, Udin, media baru, gerakan sosial
Program Studi S1 ILMU KOMUNIKASI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali