PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3), IKLIM KESELAMATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PT X KABUPATEN SLEMAN

Penulis

Dwi Nurani Ohorella

Pembimbing: Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc., DCN., DLSHTM., PKK;Dr. Ir. Widodo Hariyono, A.Md., M.Kes


ABSTRACT: Background: Occupational Safety and Health Management System (OSHMS/SMK3) is a significant part of workers protection from hazards at the workplaces. In fact, the implementation of OSHMS does not guarantee the high incidence of occupational accident and work-related-diseases. Moreover, it may leads to decreasing labor productivity. Previous researches proved that OSHMS perceived as double burden for workers, therefore how workers perception toward OSHMS should be measured carefully by safety climate tools. Unfortunately, the correlation between safety climate and labor productivity was not clearly explained by previous studies. PT X has numerous problems regarding OSHMS, those are: company did not evaluate the implementation of OSHMS regularly, there was no assessment of safety climate of the company, workers seem to disobey safety and health regulations, there was a lost-time-work due to reduction of labor health status that leads to decreasing their productivity. Objective: To know the performance of Occupational Safety and Health Management System (OSHMS/SMK3) and the correlation between safety climate and labor productivity at PT X Sleman Regency. Research Method: This was quantitave research with cross-sectional design. Subjects of research were 98 workers from production division who met inclusion and exclusion criteria of this study. Descriptive analysis used to assess the performance of OSHMS, bivariate analysis performed to investigate the correlation between safety climate and labor productivity, confounding variables were controlled by multivariate analysis. Result: The performance of OSHMS is 64.04%, which is categorized as good level. There was a positive and significant correlation between safety climate and labor productivity (p = 0.0000). Multivariate analysis shows that safety climate, job tenure and health status correlate to labor productivity simultaneously. Conclusion: The performance of OSHMS in PT X was categorized into good level. It was found that safety climate, job tenure, and health status correlate to labor productivity.

INTISARI: Latar Belakang : Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan kewajiban perusahaan untuk melindungi pekerja berdasarkan amanah undang-undang. Meskipun telah menerapkan SMK3, kecelakaan kerja masih banyak terjadi dan imbasnya adalah pada produktivitas kerja karyawan. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa SMK3 dianggap sebagai beban tambahan bagi karyawan di samping beban produksinya, untuk itu diperlukan pengukuran iklim keselamatan kerja agar mengetahui sejauh mana karyawan memahami dan menerima penerapan SMK3 di perusahaan. Belum banyak penelitian yang menggali hubungan iklim keselamatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan. Ditemukan berbagai persoalan tentang SMK3, iklim keselamatan kerja, dan produktivitas kerja karyawan di PT X Kabupaten Sleman, yaitu tidak melakukan evaluasi penerapan SMK3 secara seksama dan berkelanjutan, iklim keselamatan kerja belum terkaji, karyawan tampak tidak patuh terhadap peraturan K3, peraturan K3 dianggap menambah beban produksi, serta ditemukan lost-time work akibat kondisi kesehatan karyawan yang tidak optimal yang mengganggu capaian target produksi perusahaan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui capaian penerapan SMK3 dan hubungan iklim keselamatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan di PT X Kabupaten Sleman. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan studi cross sectional. Responden berjumlah 98 orang diambil berdasarkan total sampling bagi karyawan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analsis deskriptif digunakan untuk menilai penerapan SMK3 di PT X, analisis bivariat digunakan untuk mengkaji hubungan iklim keselamatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan, sedangkan analisis multivariat digunakan untuk mengendalikan variabel pengganggu yaitu usia, masa kerja, dan status kesehatan. Hasil: Capaian penerapan SMK3 di PT X sebesar 64,06% yaitu termasuk dalam kategori baik dengan penerapan 64 kriteria. Ditemukan hubungan yang signifikan antara iklim keselamatan kerja dengan produktivitas kerja (p = 0,0000). Ditemukan juga bahwa Iklim keselamatan kerja, masa kerja, dan status kesehatan secara bersama-sama juga mempengaruhi produktivitas kerja karyawan sebesar 55,07%. Kesimpulan: Capaian penerapan SMK3 di PT X tergolong kriteria baik. Ditemukan hubungan yang positif dan signifikan antara iklim keselamatan kerja, masa kerja, dan status kesehatan terhadap produktivitas kerja baik secara parsial maupun bersamaan.

Kata kunci iklim keselamatan kerja, produktivitas, SMK3
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali