PERBANDINGAN FUNGSI DEFEKASI PADA OPERASI TRANSANAL ENDOREKTAL PULLTHROUGH DAN SOAVE PADA PASIEN HIRSCHSPRUNG DI RSUP DR.SARDJITO TAHUN 2010-2014

Penulis

Rido Octavianus Sitorus

Pembimbing: DR. dr. Akhmad Makhmudi Sp.B, Sp.BA(K).


ABSTRACT: Background: Hirschsprungs disease is an intestinal aganglion disease with clinical defecation disorders. The latest surgical technique with Transanal endorektal pullthrough (TEPT) while Soave techniques that have been the standard of a transabdominal endorektal pullthrough. Objective: To compare the defecation function of postoperative patients Hirschsprung TEPT and Soave. Methods: Retrospective cohort study design, to collect medical records from January 2010 until December 2014 and then conducted interviews to patient parents using questionnaires contain Klotz score table and then analyzed statistically. Results: Of the 57 patients studied, 29 (51%) patients underwent surgery with the technique TEPT and 28 (49%) patients with Soave technique. Results score Klotz patients were divided into 4 sections for each operating techniques, in which the group TEPT consist of: excellent 22 (79%) patients, good four (14%) patients, enough two (7%) patients, and not good 0 (0%) patients, whereas in Soave group consisting of: excellent 20 (77%) patients, good three (11%) patients, enough 1 (4%) patients, and not good than 2 (8%) patients. Data analysis was performed with Fishers exact test or Mann Whitney test. The results showed no significant relationship between surgical technique with the results of surgery. Conclusion: The defecation function of patients with Hirschsprung postoperative TEPT and Soave in DR.Sardjito Hospital Yogyakarta showed no significant difference.

INTISARI: Latar belakang: Penyakit Hirschsprung merupakan penyakit aganglion intestinal dengan klinis gangguan defekasi. Teknik operasi terbaru dengan transanal endorektal pullthrough (TEPT) sedangkan teknik Soave yang selama ini menjadi standar merupakan transabdominal endorektal pullthrough. Tujuan: Membandingkan fungsi defekasi pasien Hirschsprung pasca operasi TEPT dan Soave. Metode: Rancangan penelitian kohort retrospektif, dengan mengumpulkan data rekam medis mulai Januari 2010 sampai Desember 2014 kemudian dilakukan wawancara langsung kepada orang tua pasien dengan menggunakan kuisioner berisi tabel skor Klotz lalu dianalisis secara statistik. Hasil: Dari 57 pasien yang diteliti, 29(51%) pasien menjalani operasi dengan teknik TEPT dan 28(49%) pasien dengan teknik Soave. Hasil skor Klotz pasien dibagi menjadi 4 bagian untuk masing-masing teknik operasi, dimana pada kelompok TEPT terdiri dari: sangat baik 22(79%) pasien, baik 4(14%) pasien, cukup 2(7%) pasien, dan kurang 0(0%) pasien, sedangkan pada kelompok Soave terdiri dari: sangat baik 20(77%) pasien, baik 3(11%) pasien, cukup 1(4%) pasien, dan kurang 2(8%) pasien. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher atau uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara teknik operasi dengan hasil operasi. Kesimpulan: Fungsi defekasi pasien Hirschsprung pasca operasi TEPT dan Soave di RSUP dr.Sardjito Yogyakarta tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Kata kunci Hirschsprung, Transanal endorektal pullthrough, soave
Program Studi S2 Ilmu Bedah UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Spesialis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali