ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN DAN ALAT MEDIS HABIS PAKAI PADA INSTALASI FARMASI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN DEMAND

Penulis

Afiqoh Akmalia Fahmi

Pembimbing: Sinta Rahmawidya Sulistyo, S.T., M.SIE


ABSTRACT: RSUD Sleman is one of the health facilities in Sleman, Yogyakarta. To provide an optimal health service, the availability of Disposable Medical Equipment (DME) in the hospital is absolutely needed. There are many types of DME in the hospital. Fluctuations the number of patients causes the number of inventory can not be determined easily. That leads to an over stock or even a stockout condition. Therefore the analysis of the inventory control method is required. This study aims to determine the optimal reorder point, order quantity, and safety stock DME considering the uncertainty demand. This study is the continuation of the previous research using s,S policy and base stock policy. The object of this study is DME in Vital group. Continuous review policy or Q system is used to determine the reorder point, order quantity, and safety stock, while the periodic review policy or P system is used to determine the review period and the target inventory. In addition, this study also uses the hybrid system that is a combination of continuous review policy and periodic review policy. The total inventory cost is used as a comparison with the existing system and the result of previous research. The result shows that the existing system has higher inventory cost than the other methods. The high volume inventory is leading to the high holding cost. Q system gives the lowest total inventory cost and there is no stockout. The proposed inventory control system that can be applied in RSUD Sleman is Q system.

INTISARI: RSUD Sleman merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang ada di daerah Sleman, Yogyakarta. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal, ketersediaan Bahan dan Alat Medis Habis Pakai (BAHP) di sebuah rumah sakit mutlak diperlukan. Terdapat banyak jenis BAHP yang ada di rumah sakit. Jumlah pasien yang berfluktuasi menyebabkan jumlah persediaan BAHP tidak dapat ditentukan dengan mudah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan over stock maupun stockout. Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai metode pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai reorder point, order quantity, dan safety stock BAHP yang optimal mempertimbangkan ketidakpastian demand. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu yang menggunakan metode s,S policy dan base stock policy. Objek penelitian ini yaitu BAHP yang termasuk dalam kelompok vital. Analisis untuk menentukan nilai reorder point, order quantity, dan safety stock yang optimal menggunakan continuous review policy atau Q system, sedangkan analisis untuk menentukan review period dan target persediaan menggunakan periodic review policy atau P system. Selain itu, dalam penelitian ini juga menggunakan hybrid system yang merupakan kombinasi dari continuous review policy dan periodic review policy. Hasil total inventory cost yang didapatkan dari perhitungan akan digunakan sebagai pembanding dengan existing system dan penelitian terdahulu. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode existing memiliki total cost inventory yang lebih besar dibanding metode s,S policy, basestock, Q system, P system, dan hybrid system. Hal ini disebabkan karena tingginya inventory yang menyebabkan tingginya holding cost. Metode Q system merupakan metode yang memiliki total inventory cost terendah dan tidak terjadi stockout sehingga metode Q system menjadi usulan sistem yang dapat diterapkan di RSUD Sleman.

Kata kunci Persediaan, ketidakpastian demand, continuous review policy, periodic review policy, hybrid system
Program Studi S1 TEKNIK INDUSTRI UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali