COMBUSTIBLE INCENCE OF COSMOS CAUDATUS(KENIKIR) AS Aedes aegypti MOSQUITO REPELLENT

Penulis

Wiwin Syaifudin

Pembimbing: Dr. Budi Mulyaningsih, Apt., M.S; dr. Tridjoko Hadanto, DTM&H., M.Kes; Dr.drh.Sitti Rahmah Umniyati, S.U.


ABSTRACT: Background: Dengue is a mosquito-borne viral disease that has rapidly spread in all regions according to WHO in recent years. Dengue virus uses female mosquitoes, mainly Ae. aegypti, as the vector of transmission. The vaccination against this virus is still developing. One of the prevention methods is by using mosquito repellent. Plant-based repellents have been used for generations in traditional practice as a personal protection measure against host-seeking mosquitoes. Recently, commercial repellent products containing plant-based ingredients have increased in popularity among consumers, as these are commonly perceived as safe in comparison to long- established synthetic repellents. Kenikir, known scientifically as Cosmos caudatus of Asteraceae family, can be used as mosquito repellent. Objectives: This study aim to confirmation the combustible incense of kenikir plant (Cosmos caudatus) has the repellent activity against Ae. aegypti. Methods: Cosmos caudatus plant is processed to form powder. And then the extract of Cosmos caudatus were made into cone shape combustible incense of different concentrations. Every different concentration of combustible incense were placed in a box with 25 mosquitoes and lit. The activity and the mortality of the mosquito were recorded and observed, the data will be analysed using the one-way ANOVA method and further analysed using post-hoc turkey test . Results: Combustible incense with Cosmos caudatus extract concentration of 40% has the highest repellent effect compared to the other groups. Conclusion: the kenikir of Cosmos caudatus in the form a combustible incense has repellent activity toward the Ae. aegypti mosquitoes. Keywords: Ae. aegypti, Cosmos caudatus, mosquito repellent, dengue fever.

INTISARI: Latar Belakang: Dengue adalah penyakit virus nyamuk yang telah dengan cepat menyebar di seluruh wilayah menurut WHO dalam beberapa tahun terakhir. Virus tersebut menggunakan nyamuk betina, terutama Ae. aegypti, sebagai vektor penularan. Vaksinasi terhadap virus ini masih berkembang. Salah satu metode pencegahan adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Penolak dari tumbuhan telah digunakan selama beberapa generasi dalam praktek tradisional sebagai perlindungan terhadap nyamuk. Baru-baru ini, produk penolak komersial yang mengandung bahan-bahan tumbuhan telah meningkat dalam popularitas di kalangan konsumen, karena biasanya dianggap sebagai aman dibandingkan dengan pengusir sintetis. Kenikir, dikenal secara ilmiah sebagai Cosmos caudatus dari keluarga Asteraceae, dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk konfirmasi dupa dari tanaman kenikir (Cosmos caudatus) memiliki aktivitas penggusiran terhadap nyamuk Ae. Aegypti. Metode: Tanaman kenikir diproses untuk membentuk bubuk. Dan kemudian ekstrak dari kenikir dibuat menjadi bentuk kerucut seperti dupa dari konsentrasi yang berbeda. Setiap konsentrasi yang berbeda dari dupa ditempatkan dalam sebuah kotak dengan 25 nyamuk dan menyala, Aktivitas dan kematian nyamuk dicatat dan diamati, data akan dianalisis dengan menggunakan satu arah metode ANOVA dan dianalisa lebih lanjut menggunakan uji post- hoc Turkey. Hasil: Dupa dengan konsentrasi 40% ekstrak Cosmos caudatus memiliki efek penggusiran paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Kesimpulan: Tumbuhan kenikir dalam bentuk dupa memiliki aktivitas penggusiran terhadap nyamuk Ae. Aegypti. Kata kunci: Ae. aegypti, Cosmos caudatus, penangkal nyamuk, demam berdarah.

Kata kunci Ae. aegypti, Cosmos caudatus, mosquito repellent, dengue fever.
Program Studi S1 PENDIDIKAN DOKTER UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali