Biaya Pengeluaran Rokok Pada Keluarga Miskin di Indonesia Tahun 2007 dan 2014 (Data IFLS)

Penulis

Meyi Setiawati R

Pembimbing: Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Prof. dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K), MPH, Ph.D


ABSTRACT: Background: Cigarette consumption in Indonesia is still quite high. Average of smokers are in poor families with low educational levels. The high consumption of cigarettes would impact on the health status of smokers and their families. That caused the family economic condition can be disrupted, as well due to the high cost of cigarettes is also because of the high expense of health costs which must be spent, so that poor smokers would be harmed in poverty. Objective: To analyze the factors which influenced the high expenditures costs of cigarette in poor families in Indonesia. Method: This study is an analytic research with cross sectional design. Using secondary data from Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2007 and 2014. Criteria for the respondents are poor families, smoker and age > 15 years old with sampled of 9.200 respondents (2007) and 11.699 respondents (2014). Result: In 2007 there was found the influence of lowest economic status with expenses of cigarettes [OR=3,88; 95%CI=3,49-4,32], but there were not found influence of chronic disease history and health insurance with cigarette expenditure. Cigarettes expenses in poor families in 2007, average Rp. 103 807,-/month. In 2014, there were found the influence of low economic status [OR=2,80; 95%CI=2,55-3,80] and history of chronic diseases [OR=1,10; 95%CI=1,02-1,20] on the expenditures cost of cigarretes but that was not influenced on health insurance. The average cost of cigarettes expenses in poor families in 2014 amounted Rp. 263 260,-/month. Conclusion: The potency of increasing number of smokers and cigarettes expenditures in poor families is still quite high. This study proved that there was the increasing of average of cost cigarettes expenditure for last 7 years. Therefore, the government is expected to further enhance the socialization and health promotions for the poor family especially related to the negative impact of cigarettes and can be review the price and taxes of cigarettes.

INTISARI: Latar Belakang: Konsumsi rokok di Indonesia masih cukup tinggi. Rata-rata perokok tersebut berada pada keluarga miskin dengan tingkat pendidikan rendah. Tingginya konsumsi rokok tentu berdampak pada status kesehatan perokok maupun keluarganya. Hal tersebut menyebabkan kondisi ekonomi keluarga menjadi terganggu, disamping disebabkan oleh tingginya biaya pengeluaran rokok juga karena tingginya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan, sehingga perokok yang miskin akan semakin terpuruk dalam kemiskinan. Tujuan: Menganalisis faktor yang mempengaruhi tingginya biaya pengeluaran rokok pada keluarga miskin di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014. Kriteria responden yakni keluarga miskin, perokok, dan umur â�ÃÂ¥ 15 tahun dengan jumlah sampel 9.200 responden (2007) dan 11.699 responden (2014). Hasil Penelitian: Tahun 2007 ditemukan ada pengaruh Status ekonomi rendah terhadap tingginya biaya pengeluaran rokok [OR=3,88; 95%CI=3,49-4,32], tetapi tidak ditemukan pengaruh adanya riwayat penyakit kronis dan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap biaya pengeluaran rokok. Biaya pengeluaran rokok keluarga miskin pada tahun 2007, rata-rata Rp. 103.807,-/bulan. Tahun 2014, ditemukan ada pengaruh Status ekonomi rendah [OR=2,80; 95%CI=2,55-3,80] dan riwayat penyakit kronis [OR=1,10; 95%CI=1,02-1,20] terhadap biaya pengeluaran rokok tetapi tidak ada pengaruh pada jaminan kesehatan. Rata-rata biaya pengeluaran rokok pada keluarga miskin di tahun 2014 sebesar Rp. 263.260,-/bulan. Kesimpulan: Peluang meningkatnya jumlah perokok dan biaya pengeluaran rokok pada keluarga miskin masih cukup besar. Penelitian ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan rata-rata biaya pengeluaran rokok selama 7 tahun terakhir. Oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih meningkatkan sosialisasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat miskin terutama yang berhubungan dengan dampak negatif rokok serta dapat mengkaji ulang terkait harga dan pajak rokok.

Kata kunci rokok, keluarga miskin, penyakit kronis, asuransi kesehatan, IFLS / cigarettes, poor family, chronic diseases, health insurance, IFLS
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2016
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali