KEMAMPUAN EKSTRAK AIR RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA in vitro

Penulis

Rizqidio Lariso Kusumowidyo

Pembimbing: dr. Nurrokhman, M.Si


Latar Belakang : memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk di dalamnya adalah tanaman herbal. Namun sayangnya potensi tanaman herbal ini dirasa masih kurang dimaksimalkan. Kencur (Kaempferia galangal L.) dikenal masyarakat sebagai salah satu tanaman yang dijadikan obat tradisional berbagai macam penyakit. Jamur Candida albicans adalah fungi opportunistik yang hidup sebagai flora normal di dalam tubuh manusia namun dapat menyebabkan candidiasis di vagina dan rongga mulut. Resistensi obat antifungal terhadap Candida spp. telah banyak dilaporkan pengaruh ekstrak air Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui rimpang kencur dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro serta mengetahui konsentrasi ideal ekstrak air kencur yang dapat memberikan efek fungiostatik. Penelitian ini menggunakan metode Metode Penelitian : deskriptif dengan desain penelitian eksperimental. Ekstrak air kencur dengan 5 konsentrasi yang berbeda direaksikan dengan isolat klinik Candida albicans dan diinkubasi selama 6 jam. Selanjutnya hasil inkubasi tersebut ditumbuhkan pada media Sabouraud Dextrose Agar dan diamati pola pertumbuhan jamur setelah diinkubasi selama 2x24 jam. dak mengalami pertumbuhan ketika direaksikan dengan ekstrak dengan konsentrasi 1%. Hasil : Jamur ti Konsentrasi 0,125% - 0,5% memberikan hasil pertumbuhan relatif sama. Pertumbuhan jamur banyak ditemui pada konsentrasi 0,0625% namun lebih sedikit bila dibandingkan dengan kontrol positif. Ekst Kesimpulan : rak air rimpang kencur memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Konsentrasi efektif ekstrak yang memiliki efek penghambatan pertumbuhan jamur adalah 0,125%.

Background: Indonesia as a tropical country has abundant biodiversity, including the herbal plant. But unfortunately the potential of this herb is still not maximized. Kencur (Kaempferia galangal L.) had been known to the public as one of the plant used as traditional medicines of various diseases. Candida albicans is an opportunistic fungus that live as normal flora in the human body but can cause candidiasis on vagina and oral cavity. Antifungal drug resistance against Candida spp. has been widely reported Objectives : To determine the effect of water extract of kencur rhizome in inhibiting the growth of Candida albicans in vitro and determine the ideal concentration of water extract of kencur that can give the fungiostatic effect. Methods: This study uses descriptive method with experimental design. Water extract of kencur with 5 different concentrations reacted with clinical isolates of Candida albicans and incubated for 6 hours. Further results of the incubation media were grown on Sabouraud Dextrose Agar and the pattern of fungal growth after incubation 2x24 hours is observed. Results : Fungus did not grow when treated with the extract with a concentration of 1%. On concentration 0.125% - 0.5%, fungus growth yield relatively similar. Growth of fungi commonly found in concentrations of 0.0625%, but much less when compared to the positive control. Conclusion : Water extract of kencur rhizome has the ability to inhibit the growth of Candida albicans in vitro. The most effective concentration of extract that has the effect of fungal growth inhibition was 0.125%.

Kata kunci water extract of kencur, Candida albicans, growth inhibiting; ekstrak air Kata Kunci : rimpang kencur, Candida albicans, efek penghambatan pertumbuhan
Program Studi PENDIDIKAN DOKTER UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Skripsi
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali