Laporkan Masalah

Peran Depo pemeliharaan materiil dalam mendukung kesiapan alutsista dan implikasinya terhadap pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara :: Studi di Depo Pemeliharaan 30 Lanud Abdulrachman Saleh Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

HERLAMBANG, Purnomo, Dr. Armaidy Armawi, M.Si

2010 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji seberapa besar peran yang dimiliki oleh Depo Pemeliharaan 30 dalam melaksanakan pemeliharaan Alutsista yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas pokok Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemeliharaan materiil terhadap kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AU, mengetahui sejauh mana hubungan antara pemeliharaan materiil dengan kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) terhadap tugas pokok TNI AU, dan mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dalam pemeliharaan Alutsista. Penelitian yang dilakukan berkenaan dengan peran pemeliharaan materiil dalam mendukung kesiapan Alutsista TNI AU sebagai pendukung tugas pokok menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisa deskriptif. Data utamanya berasal dari kuesioner yang berjumlah 100 buah yang disebar di satuan pemeliharaan yang dimiliki di Depo Pemeliharaan 30. Kesimpulan yang diambil tersebut berdasarkan hasil uji validitas dan uji regressi yang dilakukan dengan menggunakan metode moderating. Selain menggunakan kuesioner, untuk pencarian data lainnya digunakan wawancara dengan menggunakan wawancara yang mendalam kepada beberapa perwira dan komandan satuan pemeliharaan dan juga menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa peran pemeliharaan materiil memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendukung kesiapan Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara sebagai pendukung pelaksanaan tugas pokoknya. Peran yang dimiliki tersebut bukan hanya dilakukan pada saat pemeliharaan materiil dilakukan tetapi juga pada saat menjalankan operasional kegiatan di lapangan. Namun, demikian, dalam melaksanakan pemeliharaan materiil untuk mendukung operasional Alutsista, Depo Pemeliharaan 30 menghadapi banyak masalah. Permasalahan tersebut adalah (1) Anggaran, (2) Embargo Komponen Pesawat (3) Sumber Daya Manusia, (4) Ketergantungan yang tinggi terhadap birokrasi di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, dan (5) telah “tua”-nya berbagai Alutsista dan alat perbengkelan serta alat produksi yang dimiliki oleh Depo Pemeliharaan 30. Menghadapi kendala dan hambatan tersebut, Depo Pemeliharaan 30 melakukan berbagai strategi. Strategi yang dilakukan sangat bermacam-macam disesuaikan dengan hambatan yang dihadapi. Strategi tersebut adalah melakukan pengajuan program dan anggaran lebih awal kepada pemerintah agar lebih cepat program anggaran tersebut disetujui, melakukan pembuatan komponen dan mesin pesawat sendiri, peningkatan kualitas dan kuantitas jumlah personil, khususnya personil pemeliharaan materiil, dan terakhir adalah melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain di luar TNI, seperti Batan, PT DI (Dirgantara Indonesia) dan lain-lain.

This research was conducted to assess how big a role which is owned by Depot Maintenance 30 in carrying out maintenance Alutsista that supports the implementation of the main tasks of the Indonesian National Army Air Force. This study aims to determine the extent to which the role of maintenance review of the readiness of Main Equipment Weapon System (Alutsista) Air Force, determine the extent of the relationship between maintenance material readiness of Main Equipment Weapon System (Alutsista) of the main tasks of the Air Force, and find out what constraints encountered in the maintenance Alutsista. Research carried out with respect to the role of maintenance material in support of readiness Alutsista Air Force as a supporter of basic tasks using quantitative research methods with descriptive analysis. The main data came from questionnaires of the 100 pieces are distributed in a unit owned by the depot maintenance Maintenance 30. Conclusions drawn are based on the results validity test and regression test performed using the method moderating. Besides using a questionnaire, to search other data used in interviews with in-depth interviews to several officers and unit commanders of maintenance and also use the documentation. The results of this study show that the role of maintenance of the material has a very significant role in supporting the readiness of the Indonesian National Army Alutsista Air Force as a supporter of the implementation of its main task. Role possessed not only carried out during maintenance performed material but also while performing operational activities on the ground. But, so, in carrying out maintenance Alutsista material to support operations, Depot Maintenance 30 face many problems. These problems are (1) Budget, (2) Embargoes Aircraft Components (3) Human Resources (4) high dependence on the bureaucracy at the Headquarters of the Armed Forces of Indonesia, and (5) have been "old" its various Alutsista and tools workshop and the means of production owned by the Depot Maintenance 30. Facing obstacles and barriers, the Depot Maintenance 30 perform a variety of strategies. The strategy is highly customizable with a variety of obstacles faced. The strategy is to conduct the program and budget submission to the government earlier for faster program budgets are approved, making the manufacture of components and aircraft engine itself, improving the quality and quantity of personnel, especially maintenance personnel material, and the last is to conduct cooperation with other agencies outside the military, such as Batan, PT DI (Indonesian Aerospace) and others.

Kata Kunci : Peran Depo Pemeliharaan Materiil,Alat utama sistem persenjataan,Tugas pokok Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara,The owned by Depot Maintenance material


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.