Laporkan Masalah

TUTURAN PENGHINAAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM BAHASA INDONESIA

RATNA MUTHIA, Dr. Suhandano, M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini membahas bentuk-bentuk, variasi ekspresi, dan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bahasa Indonesia di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bahasa Indonesia di media sosial, 2) mendeskripsikan variasi ekspresi tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bahasa Indonesia di media sosial, dan 3) menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bahasa Indonesia di media sosial. Data penelitian ini berasal dari tuturan-tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik yang penuturnya dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik sadap, dan ditulis dalam kartu data. Untuk menentukan jenis-jenis kalimat dalam tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik, data dianalisis dengan metode padan referensial. Selanjutnya, untuk menentukan makna dan gaya bahasa dalam tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik digunakan teknik bagi unsur langsung pada metode agih dan metode padan pragmatis. Variasi ekspresi dalam tuturan dianalisis dengan strategi heuristik (Leech, 1983). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik dianalisis dengan menggunakan teori SPEAKING (Hymes, 1974). Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, bentuk-bentuk tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik yang ditemukan dalam data penelitian ini berupa kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, dan kalimat eksklamatif. Kedua, wujud tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik ditinjau dari daya pragmatis tuturan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1) tuduhan, 2) ejekan, dan 3) celaan. Ketiga, factor-faktor yang ditemukan menyebabkan munculnya tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik adalah: 1) participants, 2) ends, 3) key, 4) instrumentalities, dan 5) norms. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik muncul karena dituturkan dalam suasana konflik dengan menggunakan gaya bahasa sarkasme, metafora, dan sinekdoke totem pro parte. Di media sosial penutur yang tidak memiliki kedekatan dengan objek penghinaan akan mudah melontarkan tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik. Konflik yang melatarbelakangi munculnya tuturan penghinaan dan pencemaran nama baik timbul karena objek penghinaan melakukan perbuatan yang mengganggu penutur, memberi pelayanan yang buruk, merusak hubungan personal, dan melakukan tindakan yang berlawanan paham. Selain itu, aspek pada diri objek penghinaan yang menjadi sasaran penghinaan dan pencemaran nama baik, meliputi: fisik, integritas, kapasitas, religiusitas, moralitas, dan mentalitas. Kata kunci: unsur-unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, komponen tutur, media sosial.

This study discussed the forms, the expression, and the factors that caused the emergence of libelous speech of social media in bahasa Indonesia. This study aimed to 1) describe the forms of libelous speech of social media in bahasa Indonesia, 2) describe the expression of libelous speech of social media in bahasa Indonesia, 3) describe the factors which caused the emergence of libelous speech of social media in bahasa Indonesia. The data of this research were taken from libelous speech whom the speakers were criminalized on charges of violating article 27 paragraph (3) of information and electronic transactions act (UU ITE). The data were collected by simak method and sadap technique and written it in the cards. To determine the forms of libelous speech, the data were analyzed by pragmatic identity method. The meaning and figure of speech in libelous speech analyzed by direct element dividing (BUL) techique and padan pragmatic method. The expression of libelous speech were analyzed by heuristic strategy (Leech, 1983). Moreover, the factors which caused libelous speech were analyzed by SPEAKING theory (Hymes, 1974). The results of data analysis were presented by using informal method. The results of this study were as following. Firstly, the forms of libelous speech that found in the data could be appeared in four types of sentences, imperative, declarative, interrogative and exclamatory. Secondly, the expression of libelous speech based on pragmatic force were divided into 1) accusation, 2) mockery, and 3) reproach. Thirdly, the factors which caused the emergence of labelous speech were classified into: 1) participants, 2) ends, 3) key, 4) instrumentalities, and 5) norms. The results of this study indicate that libelous speech arises because of conflict circumstances when the speech are spoken by using sarcasm, metaphor, and sinekdoke totem pro parte. The speaker in social media who personally did not know the object would be easy to utter libelous speech. A conflict arose because the object of libelous speech interfere the speaker, gave poor service, damaged personal relationship, and had an opposite value. In addition, aspects of the self-object which were humiliated are physical, integrity, capacity, religiousity, morality, and mentality.

Kata Kunci : elements of libelous speech, component of speech, social media.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.