Laporkan Masalah

Optimasi Penentuan Jumlah dan Lokasi Tempat Pembuangan Sampah di Kota Yogyakarta

TITI SARI, Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D

2014 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

Pengelolaan sampah adalah bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai bentuk usaha untuk menjaga lingkungan, kebersihan, kesehatan masyarakat. Untuk menjalankan pelayanan tersebut pemerintah Indonesia memberi wewenang BLH (Badan Lingkungan Hidup), lembaga resmi pemerintah dalam pengelolaan sampah, untuk membuat TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) sebagai wadah untuk menampung sampah masyarakat sebelum dibuang ke TPA (Temat Pembuangan Akhir). Namun, dalam pengelolaannya sering terjadi beberapa permasalahan seperti adanya TPS illegal, penjadwalan pengambilan sampah di TPS yang kurang tepat, adanya keinginan masyarakat untuk penutupan TPS, dan lain-lain. Permasalahan pengelolaan TPS dan sampahnya juga terjadi di Kota Yogyakarta. Dari semua komplain mengenai TPS dan sampahnya di Kota Yogyakarta, komplain terbanyak yang diterima adalah mengenai keinginan masyarakat untuk menutup TPS. Namun, BLH Kota Yogyakarta tidak dapat begitu saja menutup TPS yang diinginkan masyarakat karena jika banyak TPS ditutup maka masyakarat akan kehilangan tempat untuk membuang sampah. Sehingga untuk penutupan TPS, diperlukan pertimbangan mengenai aksesabilitas masyarakat ke TPS. Berdasar hal tersebut, penelitian ini dibuat untuk dapat membatu BLH mengetahui TPS mana yang dapat ditutup dan digabung ke TPS lain dengan tetap memperhatikan aksesabilitas masyarakat ke TPS yang ada sehingga masyatakat akan tetap mudah menjangkau TPS dan membantu untuk mengurangi total biaya pengangkutan sampah dari sumber sampah hingga ke TPA. Penelitian ini menggunakan metode mixed integer linear programming untuk penyelesaiannya dan menggunakan CPlex untuk membantu perhitungan. Hasil perhitungan optimasi dari penelitian ini dapat didiketahi jika jumlah TPS yang memungkinkan dapat ditutup adalah 8 buah TPS dari total 110 TPS. Sehingga system awal TPS yang terdiri dari 14 depo, 18 container dan 78 tempat pembuangan sampah permanen au TPSS menjadi 14 depo, 18 container dan 70 TPSS. Hasil dari penutupan TPS tersebut dapat mengurangi total biaya perpindahan sampah dari sumber sampah ke TPS kemudian ke TPA sebesar Rp.m3403.170,00 per hari dari biaya awal sebesar Rp.m3403.170,00per hari menjadi Rp.m37.215.073,00 per hari. Hasil dari penutupan TPS juga mempengaruhi utilitas TPS yang awalnya 91,09% naik menjadi 96,24%.

Waste management is a one of government services to the public as a form of business to take care of the environment and public health. For doing it, Indonesian government authorizes BLH (Badan Lingkungan Hidup), the departement of managing waste, to make TPS (Tempat Sampah Sementara or Temporary Garbage Disposal Place) as a place to keep the waste before being disposed to TPA (Tempat Sampah Sementara or Final Garbage Disposal Place). However, BLH always find some management problem such as some illegal TPS, TPS scheduling of garbage collection by the truck, the desire of the public for eliminating some TPS, and others. TPS and its waste management problems also occurred in Yogyakarta City. Among all of the complaints about the TPS and garbage in Yogyakarta, the most complaints are about people's desire to close TPS. However, BLH can not simply close the TPS just because the public wants it to, because if many TPS were closed so many people will lose a place to dispose waste. So that for the closing of the TPS, it requires consideration for public to go to TPS. Based on this, the present study is made to help BLH to know which TPS that can be closed and merged into another TPS while maintaining public accessibility to TPS so that the public can still easily reach TPS and helps to reduce the total cost of transporting waste from waste sources to TPA. This study uses a mixed integer linear programming method for solving the problem and uses CPLEX to help calculations. The result of optimization of this study is there are 8 out of 110 total TPS can be closed. So that the existing TPS system consists of 14 depo, 18 container and 78 TPSS become 14 depots, 18 container and 70 TPSS after the calculation. The results of TPS closing can reduce the total cost of waste transportation from waste sources to the TPS and then to TPA by Rp.m3403.170,00 per day from the initial cost of Rp.m3403.170,00per day to Rp.m37.215.073, per day and the utility is increased from 91.09% up to 96.24%.

Kata Kunci : Tempat Pembuangan Sampah Sementara, Optimasi, Mixed Integer Linear Programming


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.