Laporkan Masalah

Fatwa Rahbar dalam Diplomasi Nuklir Iran

sofi mubarok, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Tesis ini bertujuan untuk meneliti tentang konstruksi fatwa antinuklir sebagai senjata pemusnah massal oleh Rahbar Ali Khamenei, yang menjadi instrumen diplomasi nuklir Iran pada tahun 2005. Dalam menyusun risalah ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif analisis. Penulis mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan fenomena yang diteliti melalui studi pustaka dengan cara membaca dan mempelajari buku, literatur, media massa, internet, dan penelitian pihak lain yang mempunyai relevansi dengan obyek penelitian. Sebagai landasan berfikir konstruksi munculnya diplomasi fatwa ini, penulis menggunakan pendekatan konstruktivisme. Dipomasi fatwa ini adalah bukti komitmen Iran untuk tidak mengembangkan nuklir untuk persenjataan, bukan hanya karena taat aturan yang berlaku di NPT dan perjanjian nuklir lainnya, tetapi lebih mendasar, yaitu karena senjata nuklir dilarang dan diharamkan dalam Islam sebagai identitas politik Republik Islam Iran. Selain karena faktor-faktor meteril seperti adanya sentimen anti-Islam di negara-negara Barat yang secara tidak langsung memberi dampak pada usaha diplomasi nuklir Iran.

This thesis aims to examine the construction of anti-nuclear fatwa as a weapon of mass destruction-which is expressed by the Leader Ali Khamenei, who became the instrument of Iran's nuclear diplomacy in 2005. In compiling this treatise, the author uses descriptive qualitative method of analysis. The author gathers all the information related to the phenomenon under study through literature by reading and studying books, literature, mass media, internet, and other studies that have relevance to the object of research. As the cornerstone thought of the construction of fatwas diplomacy, the author uses a constructivist approach. Fatwas diplomacy is a testament to the commitment of Iran to not develop nuclear weapons, not just because of obeying the rules of the NPT and other nuclear agreements, but more fundamentally that because of the prohibition of the nuclear weapons in Islam as a political identity of the Islamic Republic of Iran. In addition, the existence of material factors such as anti-Islamic sentiment in the Western countries that were having an indirect impact on Iran's nuclear diplomacy.

Kata Kunci : Fatwa Rahbar, Diplomasi, Nuklir, Islam.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.