Laporkan Masalah

MOTIF PENGHASUTAN DAN ALAP-ALAP DALAM CERITA JALADARA RABI KARYA KI REDITANAYA

IMAM PRAKOSO, Dr. Wisma Nugraha Christianto R., M. Hum.

2014 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Jaladara Rabi karangan Ki Reditanaya telah dialihaksarakan oleh S.Z. Hadisutjipto, merupakan salah satu cerita wayang yang berjenis lakon carangan. Keseluruhan cerita yang ditampilkan mengikuti dasar struktur pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Gambaran umum mengenai cerita Jaladara Rabi mengisahkan tentang prahara menjelang pernikahan Prabu Kakrasana yang melibatkan rentetan peristiwa naratif. Penelitian dalam cerita Jaladara Rabi menitikberatkan pada tokoh dalam motif penghasutan dan alap-alap menjelang pernikahan Prabu Kakrasana. Analisis yang digunakan dalam menelusuri kajian motif tersebut adalah struktur naratif dengan mendeskripsikan unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, aksi, kejadian akibat aksi tokoh, relasi antartokoh, dan tinjauan motif penghasutan dan alap-alap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif penghasutan dan alap-alap dalam cerita Jaladara Rabi terbentuk karena peran tokoh aktif sebagai penggerak cerita. Hal tersebut mengakibatkan kehadiran peran-peran tokoh selanjutnya sebagai pendukung dalam bangunan kejadian yang bersifat kausalitas (sebabakibat), sehingga menghasilkan beberapa relasi antartokoh sebagai kerangka pembentukan motif. Motif penghasutan dilakukan dengan penambahan syarat pernikahan, sedangkan motif alap-alap diwujudkan melalui penculikan calon mempelai perempuan sebagai perlambang salah satu tradisi kawin lari dalam kebudayaan nusantara. Kata kunci : lakon carangan, struktur naratif, motif penghasutan dan alapalap

Jaladara Rabi is written by Ki Reditanaya, and transliterated by S.Z. Hadistjipto, is one of wayang branch stories, or carangan. The whole story based on structure of the all night long shadow puppet performance. The main story of Jaladara Rabi tells about a commotion prior to Prabu Kakrasana’s wedding, involving a series of narrative events. This research focuses on the character’s motives of provocation and eloping (alap-alap) that unfold before Prabu Kakrasana’s wedding. The analysis in examining and studyingthe motive employs a narrative structure method by describing the story elements like characters, background, actions, events resulted from characters’ actions, and relations between characters, and by looking at the motives of provocation and eloping. The results show the motive in Jaladara Rabi is shaped by the roles of the active characters that drive the plot forward. It results in the involvement of the subsequent characters that serves as a support in the structure of the causative events (action-reaction), thus producing some inter-characters relations as a frame on which the motive is formed. The provocation goes by demanding additional wedding conditions, while the eloping is done by abducting the bride, which is a form of one of the eloping traditions in Indonesian culture. Keywords : carangan story, narrative structure, motives of provocation and alap-alap

Kata Kunci : lakon carangan, struktur naratif, motif penghasutan dan alapalap


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.