Laporkan Masalah

ANALISIS DAN PEMETAAN KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI UTARA DAN GORONTALO, 2008 DAN 2011 (PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DAN MONETER)

Bhayu Prabowo, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A.,

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis Kemiskinan telah lama dipahami sebagai fenomena multidimensi, namun pengukuran dan analisis yang dilakukan hingga saat ini dominan hanya mempertimbangkan dimensi moneter saja yang berupa pendapatan atau pengeluaran. dan pemetaan tentang kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan pendekatan multidimensi dan moneter. Dari penelitian ini diharapkan akan diketahui bagaimana kondisi, sebaran secara spasial dan perkembangan kemiskinan moneter maupun multidimensi di kedua provinsi selama periode 2008-2011. Peng Dengan pendekatan multidimensi kemiskinan diukur dan dianalisis dengan mempertimbangkan dimensi lain selain dimensi moneter yaitu dimensi pendidikan, kesehatan dan standar hidup. ukuran kemiskinan multidimensi pada penelitian ini menggunakan metoda Alkire-Foster. Dengan menggunakan data Susenas tahun 2008 dan 2011 diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kondisi kemiskinan moneter dan multidimensi di kedua provinsi adalah (a) Kemiskinan yang diukur dengan mempertimbangkan dimensi moneter saja memberi gambaran yang berbeda dengan bila diukur dengan mempertimbangkan berbagai dimensi non moneter; (b) Kemiskinan di daerah penelitian pada tahun 2008 dan 2011 merupakan fenomena perdesaan yang ditunjukkan dari lebih tingginya seluruh indikator kemiskinan di perdesaan daripada perkotaan; (c) Dimensi standar hidup merupakan kontributor terbesar tingkat kemiskinan multidimensi di perdesaan; (2) Penurunan persentase penduduk miskin moneter yang terjadi selama tahun 2008-2011 di kedua provinsi diikuti oleh penurunan persentase penduduk miskin multidimensi namun dengan kecepatan penurunan yang lebih lambat; (3) secara spasial kabupaten/kota di ujung Pulau Sulawesi (wilayah Minahasa) merupakan kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin multidimensi yang relatif lebih rendah dari wilayah lain di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dari sudut pandang kemiskinan moneter terlihat secara umum bahwa kabupaten/kota di Sulawesi Utara mempunyai persentase penduduk miskin moneter yang lebih rendah daripada kabupaten/kota di Gorontalo.

The objective of this study is to analyze poverty in Sulawesi Utara Province and Gorontalo Province with multidimensional and monetary poverty approaches. It is expected that conditions, spatial distribution, and the development of monetary and multidimensional poverty in the two provinces in the period of 2008-2011 can be recognized. Using the multidimensional approach, poverty is measured and analyzed by considering other than monetary dimensions, such as education, health, and living standard. The measurement of multidimensional poverty in this study used the Alkire Foster method. In calculating the multidimensional poverty indicators, the study was conducted by referring to a study by Alkire and Santos (2010). Using data from the 2008 and 2011 National Socio-Economic Survey (Survei Sosial-Ekonomi Nasional—Susenas), results of the study were as follows. (1) The conditions of monetary and multidimensional poverty in both provinces indicate that (a) the poverty measured by considering monetary dimension only gives picture different from that of the poverty also measured by considering various non-monetary dimensions; (b) the poverty in location of the study in the period of 2008-2011 was a rural phenomenon as indicated by the larger number of all poverty indicators in rural areas than that in urban ones; (c) the dimension of living standard is the largest contributor to the multidimensional poverty rate in rural areas; (2) Decrease in the percentage of monetarily poor people during 2008- 2011 in both provinces was followed by decrease in the percentage of multidimensionally poor people, but with the relatively slower decrease; (3) spatially regencies/municipalities in the tip of Sulawesi Island (Minahasa areas) are those with the relatively lower percentage of multidimensionally poor people compared to other areas in Sulawesi Utara Province and Gorontalo Province. In view of the monetary poverty, it is generally seen that regencies/municipalities in Sulawesi Utara Province have the relatively lower percentage of monetarily poor people compared to those in Gorontalo Province.

Kata Kunci : Kemiskinan, Kemiskinan Multidimensi, Sulawesi Utara, Gorontalo.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.