Laporkan Masalah

Penyusunan rencana Strategis (Renstra) dalam Upaya Peningkatan Kinerja MAN Yogyakarta I

Saharuddin, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D,

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Rencana strategis (Renstra) merupakan komponen penting dalam manajemen sekolah karena menjadi panduan dan pedoman dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada pelanggan dan stakeholder. Rencana strategis sangat penting bagi sekolah sehingga harus dirancang sendiri oleh sekolah dengan memperhitungkan kondisi nyata dan sumber daya yang dimiliki, untuk menjadi landasan dan pedoman kerja bagi setiap orang di sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Berangkat dari permasalahan ketiadaan Restra di MAN Yogyakarta I, peneliti tertarik melakukan pengkajian terhadap bagaimana merancang proses penyusunan Renstra, menganalisis faktor lingkungan internal dan eksternal, dan merancang Draf Renstra di MAN Yogyakarta I melalui Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan yang dilakukan melalui teknik pendampingan Tim, observasi, wawancara, dan kuesioner. Sebagai acuan utama dalam upaya mengungkapkan landasan akademisnya dari proses ini adalah sepuluh langkah proses perencanaan strategis menurut John M. Bryson. Sedangkan analisis SWOT dimaksudkan untuk menemukan posisi strategis MAN Yogyakarta I. Selanjutnya, posisi strategis dimanfaatkan dalam penyusunan rencana strategis. Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal dan internal, analisis SWOT diperoleh nilai kekuatan = 4,085, nilai kelemahan = -1,5675, nilai peluang = 4,68, dan nilai ancaman = -1,70. Artinya kekuatan lebih besar dari pada kelemahan, dan peluang lebih besar dari pada ancaman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa MAN Yogyakarta I memiliki sedikit kekuatan tapi memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan organisasi. Posisi ini di dalam analisis SWOT berada pada kuadran I, maka strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Proses penyusunan rencana strategis MAN Yogyakarta I, secara akademis mengacu kepada tahapan-tahapan proses perencanaan strategis yang dikemukakan John M. Bryson, sehingga dapat dikatakan prosesnya berkualitas. Survey yang dilakukan kepada guru pada sosialisasi Renstra yang dilaksanakan tanggal 22 Maret 2012, dari 53 (limah puluh tiga) responden, 97,27% setuju dengan proses penyusunan renstra MAN Yogyakarta I. Dengan demikian, dokumen Rancangan Renstra MAN Yogyakarta I hasil kerja Tim dapat dijadikan sebagai dokumen resmi sekolah.

Strategic plan is an important component in a school management in that it becomes a guideline and direction in delivering educational services to customers and stakeholders. Strategic plan is very important for school that it must be designed by the school by taking real conditions and resources available into account to be the foundation and guide for every school members in carrying out their tasks and functions. Starting from the fact that MAN Yogyakarta I does not yet have strategic plan, the researcher is interested in examining how to design the process of designing strategic plan, to analyze internal and external environment factors, and to plan a strategic plan draft at MAN Yogyakarta I through school action research. This research was done in two cycles. Each cycle consisted of planning phase, action phase, observation phase, and reflection phase. The activities of planning was carried out by being on-site with the school management team. To get actual information, the researcher did observation, interview, and questionnaire techniques. As the academic reference in designing strategic plan, the researcher made use of ten step of strategic planning process by John M. Bryson. SWOT analysis is done with the purpose to find out the strategic position of MAN Yogyakarta I. The strategic position is used in designing strategic plan Based on the result of the internal and external environment factors analysis, and SWOT analysis the strength score is 4.085, weaknesses is -1.5675, opportunities is 4.68, and threats is -1.70. This means that the strength score is greater than the weaknesses, and opportunities are greater than threats. Therefore, MAN Yogyakarta I has enough strength but it has great opportunity to develop organization. Its position is in quadrant I, and it suggests that the strategy applied is to support the aggressive growth policy or Growth Oriented Strategy. Academically, the process of designing strategic plan is referred to the phases of strategic planning process by John M. Bryson. Therefore, the quality of the process is guaranteed or valid in itself. Survey conducted to 53 teachers during the socialization on March 22nd 2012. 97.27% agreed with the process done in desiging the strategic plan, and the strategic plan document of MAN Yogyakarta I is ready to become formal school document.

Kata Kunci : Konsensus, Partisipasi Stakeholders, Proses, Analisis SWOT, dan Rancangan Renstra.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.