Laporkan Masalah

Ketahanan pangan wilayah pedesaan :: Studi kasus di Desa Tambassa Kota Makassar

ISMARTOYO, Prof. Dr. Irwan Abdullah, M.A

2010 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat ketahanan panganrumah tangga di desa Tambassa dengan fokus pembahasan tentang aspekketersediaan pangan, aspek akses pangan, aspek pemanfaatan pangan, dan tingkatkonsumsi pangan rumah tangga kaitannya dengan angka kecukupan konsumsipangan yang dianjurkan secara nasional. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan (Agustus-Oktober 2009) di desa Tambassa, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitianmenggunakan metode survey dengan acuan kuesioner dan wawancara terhadap 30responden rumah tangga. Data yang dikumpulkan berupa data primer maupundata sekunder. Data tersebut kemudian diolah secara deskriptif.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan rumahtangga di desa Tambassa adalah termasuk dalam kategori tingkat tahan pangan.Sedangkan tingkat konsumsi energi dan protein pangan per kapita per hari untukrumah tangga lebih tinggi dibanding angka kecukupan konsumsi energi danprotein rumah tangga yang dianjurkan secara nasional. Ketahanan pangan rumahtangga tersebut berkaitan erat dengan tingkat konsumsi pangan dan daya belirumah tangga yang merupakan akumulasi dari tingkat pendapatan, kesempatankerja serta pendidikan kepala rumah tangga. Pendidikan dan kemampuan iburumah tangga berperan sangat penting dalam mengelola tingkat konsumsi rumahtangga. Strategi dan upaya rumah tangga masyarakat dalam meningkatkanpendapatan keluarga demi memperbaiki ketahanan pangan rumah tangga adalahdengan melakukan pekerjaan tambahan, baik disektor yang berkaitan denganbidang pertanian maupun yang tidak berkaitan dengan/diluar sektor pertanian.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat ketahananpangan rumah tangga desa Tambassa adalah tahan pangan. Tingkat ketahananpangan tersebut menentukan tingkat konsumsi pangan rumah tangga yangmerupakan resultante dari daya beli, pendapatan, kesempatan kerja, dan tingkatpendidikan kepala rumah tangga. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa akarpermasalahan kasus rawan pangan bukan hanya ditentukan oleh besarnya jumlahketersediaan bahan pangan semata, tetapi juga dapat disebabkan oleh lemahnyapelaksanaan tata kepemerintahan dalam pelayanan pemenuhan hak dasar, dantimpangnya persamaan hak akses pangan, serta kurangnya upaya pemberdayaanmasyarakat. Sehingga dalam pembangunan pangan nasional diperlukan upayapemerataan distribusi bahan pangan yang berkeadilan, bukan sekedar mengejarperubahan nilai marginalnya. Sehingga isu ketahanan pangan dan isu kebijakanpublik menjadi penting dalam upaya peningkatan ketahanan pangan wilayahpedesaan.

This research was aimed to investigate the level of household food security in Tambassa village, Makassar, South Sulawesi. The investigation was mainly focused on the food supply, food accessibility, food utilization, and the food consumption in connection with the national standard of food consumption recommended by government. The research was conducted in August 2009 until October 2009. Survey method was used to collect primary data as well assecondary data based on questioner to interview 30 household in Tambassa village. Descriptively analysis was employed to obtain a scientific conclusion ofthe research. The result of this research indicated that the level of food security ofhousehold in the village of Tambassa was very high. The average food consumption of energy and protein of household in Tambassa were higher thanthat of national standard recommended by government of Indonesia. The level ofthe food security was closely correlated with food consumption, purchasing ability which influenced by household income, job availability, level of education offather as well as mother in each of household. One strategy employed by household was to get extra job available during their spare time in order toincrease their income and to improve their accessibility to food and to finally improve their quality of life.It is concluded that the level of food security of household in Tambassa village was very high. The level of food security determined the level of food consumption which is affected by household income, availability of job, and thelevel of education. However, it is important to note that the cause of food in security is not only determined by the degree of food supply it self, but it may also be caused by the lack of a good governance implementation, food distribution, and the effort in empowering the society. Hence, the issues of food security and the public policy are both important in improving a household food security in rural area.

Kata Kunci : Ketahanan pangan, Konsumsi pangan, Rumah tangga, Pedesaan, Food Security, Food Consumption, Household, Rural Area


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.