Evaluasi Keterpaduan Implementasi Pengelolaan Sumberdaya Alam Pesisir Proyek MCRM (Marine Coastal Resources Management) di Kabupaten Sumbawa
FITHRIATI, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPengelolaan pesisir secara sektoral memberi dampak yang buruk terhadap keberlanjutan wilayah pesisir. Oleh karena itu pengelolaan wilayah pesisir terpadu merupakan satu keharusan. Proyek MCRM (Marine Coastal Resources Management) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa merupakan program perbaikan dan peningkatan pengelolaan sumber daya alam bagi kepentingan perlindungan lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi dalam rangka desentralisasi pemerintahan dalam mengelola sumber daya pesisir dan laut secara terpadu. Sejak implementasi program ini menunjukkan hasil yang baik yang dalam pengelolaan pesisir Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterpaduan implementasi pengelolaan pesisir serta mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keterpaduan implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deduktif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik, sedangkan teknik analisisnya menggunakan pendekakatan analisis deskriptif kualitatif terhadap dokumen-dokumen/data sekunder, wawancara kepada nara sumber serta survey lapangan untuk mencek keterpaduan pelaksanaan program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan keterpaduan implementasi program pengelolaan pesisir Proyek MCRM (Marine Coastal Resources Management) di Kabupaten Sumbawa berada pada tahap akhir koordinasi dan menuju pada harmonisasi pengelolaan. Keterpaduan implementasi program dilihat dari pencapaian out puts di lapangan yang sebagian besar telah tercapai karena terpenuhinya prasyarat kondisi normatif dalam input dan proses. Penilaian ini berdasarkan pencapaian nilai outputs yaitu keterpaduan rencana, bentuk kegiatan, sarana dan prasarana terbangun serta tingkat kesadaran masyarakat. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan keterpaduan implementasi pengelolaan adalah kepemimpinan (komitmen, transparansi, cakupan dan skala prioritas), lembaga pengkoordinasi (kesepakatan mengikuti hasil keputusan bersama dan penganggaran dana) dan mekanisme pengelolaan (resolusi konflik dan akuntabilitas publik). Penelitian ini merekomendasikan:(1).Perlunya usaha pemerintah daerah dalam upaya peningkatan keterpaduan pengelolaan pesisir melalui percepatan penetapan (legalisasi) peraturan daerah (PERDA), serta penegakan hukum terhadap pelanggaran pemanfaatan dan pengelolaan yang tidak berkelanjutan; (2) Perlunya penerapan pada lokasi yang lain (replikasi) mengikuti keberhasilan yang telah tercapai pada lokasi percontohan dengan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang masih ada; (3) Pengelolaan yang terpadu dan telah berhasil baik tidak hanya pada saat ada proyek, namun terus berkelanjutan melalui pembinaan, pelaksanaan dan monitoring yang kontinyu.
Sectoral coastal management brings out bad impacts toward the sustainability of the coastal area. For that reason, an integrated coastal management is requisite. Marine Coastal Resources Management Project (MCRM) conducted in Sumbawa Regency is a program to recover and to improve natural resource management in order to protect environment and socio- economic in the context of government decentralization in integrated coastal resource management. This research aims are to examine the integration of the implementations of coastal management and to find out as well as to explain the factors influencing the integration of the implementations. The research method employed is a deductive- qualitative research with rationalistic approach, while the technique of analysis is qualitative descriptive in examining the documents/ secondary data, interviewing resource persons and surveying the locus to confirm the integration of the program implementations. The results showed that the integration of the MCRM program implementation was emerged in the last phases of coordination and it led to the harmonization management. The program implementation integration was studied based on the inputs and the process in out put achievements mostly attained in the locus. The evaluation is based on output achievement appraisal, consists of the integration of the plan, the form of the activities, infrastructures and facilities built and the degree of community consciousness. The factors influencing the success of the integration of management implementation are leadership (commitment, transparency, scope and priority scale), coordinating institution (agreement to hold the collateral decision and fund allocation) and management mechanism (conflict resolution and public accountability). The recommendations of the research are: (1) the necessity of local government efforts in improving the integration of coastal management by accelerating the legislation of local ordinance and conducting law enforcement toward the violation of the exploitation and unsustainable management. (2) the necessity of replication in other locations, following the success of the pilot project in which the improvements toward the weaknesses are needed. (3) the sustainability of successful integrated management by conducting continual consultation, implementation and monitoring.
Kata Kunci : Program Pengelolaan Wilayah Pesisir,Implementasi,integration, implementation, coastal management