Majlis Tarjih Muhammadiyah pada masa Pemerintahan Hindia Belanda 1927-1942 :: Kajian Sejarah Pemikiran
KULSUM, Ummi, Prof.Dr. T. Ibrahim Alfian, MA
2005 | Tesis | S2 SejarahTesis ini mengkaji pemikiran-pemikiran keagamaan dan sosial-budaya yang dihasilkan oleh Majlis Tarjih Muhammadiyah. Lembaga ini adalah tempat bermusyawarah para Ahli untuk meneliti, menimbang dan memilih pendapat-pendapat yang dianggap lebih kuat dan lebih dekat terhadap sumber utama, Quran dan Hadis. Lembaga tersebut didirikan pada tahun 1927, setelah Muhammadiyah berkembang luas baik gerakan maupun wilayah pengaruhnya di Indonesia. Pembentukan Majlis Tarjih dipandang efektif untuk pencapaian amal usaha Muhammadiyah, terutama di dalam pengembangan misinya melakukan pemurnian agama serta pembaruan kehidupan umat Islam. Di dalam perkembangannya hingga masa akhir pemerintah Hindia Belanda, Majlis Tarjih telah menghasilkan putusan-putusan yang kemudian menjadi pola baku bagi kehidupan warga Muhammadiyah khususnya hingga sekarang. Pembahasannya dalam tesis ini dikembangkan atas pokok permasalahan: Mengapa Muhammadiyah membentuk Majlis Tarjih di dalam mengembangkan perannya sebagai gerakan pembaruan Islam? Bagaimanakah perkembangan Majlis Tarjih pada masa itu? Fatwa serta keputusan apakah yang dihasilkan Majlis Tarjih dan bagaimanakah dampaknya terhadap gerakan Muhammadiyah? Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan prosedur sebagai berikut. Pertama-tama studi ini mengusahakan pengumpulan data (heuristik) tentang Muhammadiyah dan Majlis Tarjih pada pertumbuhannya paling awal. Selanjutnya, untuk mencapai sumber informasi terbaik dilakukan kritik sumber, lalu meringkas dan menganalisisnya. Metode penafsiran (interpretasi) atas fakta-fakta yang telah terseleksi dilakukan secara hermeneutik. Akhirnya, studi ini dapat menyajikan penjelasan dalam kisah sejarah (historiografi) mengenai keseluruhan objek penelitian, yaitu disistematisasikan berdasarkan tema-tema penting yang terjadi secara kronologis dalam peristiwa-peristiwa Majlis Tarjih Muhammadiyah itu. Untuk mengkaji tentang Majlis Tarjih Muhammadiyah, digunakan pendekatan sejarah intelektual. Atas keseluruhan pembahasan tesis ini, disimpulkan bahwa Majlis Tarjih secara struktural memiliki fungsi pengembang atas usaha-usaha Muhammadiyah, khususnya tentang pemikiran keagamaan. Majlis Tarjih berperan mengembangkan misi gerakan Muhammadiyah dalam usaha pemurnian agama dengan cara mengembalikan segala persoalan-persdoalan kepada sumber utama: Quran dan Hadis. Di samping itu, ia berusaha memberikan penafsiran baru dengan cara ijtihad terhadap masalah-masalah yang secara tekstual tidak terdapat keterangan di dalam kedua sumber itu. Selama perkembangannya pada masa Kolonial itu, musyawarah Majlis Tarjih dilaksanakan pada setiap Kongres Muhammadiyah. Selama itu pula lembaga ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan serta pemikiran keagamaan terhadap masalah-masalah yang menjadi penyebab timbulnya khilafiah di sekitar ajaran dan praktek ibadah, di samping orientasi ijtihad-nya menyangkut masalah-masalah muamalah (sosial, ekonomi dan politik). Dampak keputusan Tarjih telah menjadi landasan etik umat Islam di Indonesia untuk melakukan ijtihad dan tajdid. Akhirnya, Majlis Tarjih diharapkan dapat terus memberikan sumbangan di masa mendatang sesuai perkembangan zaman.
This thesis is studying the religious, social and cultural thoughts engendered by Majlis Tarjih Muhammadiyah. The institution is a board consists of a group of Islamic scholars who discuss and analyze the various conceptions and thoughts and decide on the most valid and in accordance with Quran and Hadis. The institution was established in 1927, when Muhammadiyah has grown into a big and widely spread organization in Indonesia. The Majlis Tarjih establishment was considered to be a strategic move in carrying out Muhammadiyah’s endeavor, particularly in purifying the ritual practices from any form of heresy and divergence, and fostering religious revivalism in the whole aspect of live of the Muslim society. Since its naissance until the end of Dutch Colonialism, Majlis Tarjih has produced many pronouncement, where it become the official references for the member of Muhammadiyah until this day. The thesis aims to answer several questions; first, why Muhammadiyah found Majlis Tarjih as a vehicle to carry out religious purification. Second, how is the development of Majlis Tarjih in the era of colonialism until this day, and third, what fatwa and pronouncements produced by Majlis Tarjih and how they affect the Muhammadiyah’s movement? The method of this research is a historical method, with the following procedure: first, the collection of heuristic data on the Muhammadiyah and Majlis Tarjih early development. The next stage is sorting the data to find the most relevant and reliable data by employing source critic technique, then they were summarized and analyzed. The interpretation method on the data selected was using the hermeneutic approach. Finally, the study results a historiography explanation on the research’s object, where it chronologically systemized based on the main theme of issues. Study of Majlis Tarjih Muhammadiyah, has been used intellectual historical approach. Based on the research, it could be concluded that viewed from its structure, Majlis Tarjih has a function in developing and disseminating Muhammadiyah’s religious thought. Majlis Tarjih roles are developing Muhammadiyah’s mission movement in the attempts of purifying religious thoughts and ritual, by putting the Quran and Hadis as a main reference. Despite this, Majlis Tarjih is also put forward new interpretation to Quran and Hadis by promoting ijtihad method in solving the current social problem. In the colonial era, Majlis Tarjih discussion is always held in Muhammadiyah congress. In that time, Majlis Tarjih has successfully producing many pronouncements and religious thought in overcoming differences (khilafiah) of ritual practices. Ijtihad method was employed to solve the problems of muamalah, covering the social, economic, and political issues. The entire Majlis Tarjih product in the early period has a significant contribution to the religious and social lives of the Muhammadiyah community in particular, and Indonesia in general. The effects of Majlis Tarjih’ pronouncements have become an ethical foundation in supporting the spirit of struggle of Indonesia society by performing ijtihad and tajdid. Finally, Majlis Tarjih is expected to continue giving contribution in the enduring social change in the future.
Kata Kunci : Sejarah Islam,Muhammadiyah,Majlis Tarjih,1927,1942