Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor :: Studi Perbandingan di 3 (Tiga) Desa
BHAKTI, Chandra, Dr. Samodra Wibawa
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kinerja BPD di desa Ciangsana, desa cicadas dan desa Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan membandingkan satu sama lainnya dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. BPD di desa Ciangsana, Cicadas dan Tlajung Udik dibentuk pada bulan November tahun 2000 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomer 4 tahun 2000 tentang Badan Perwakilan Desa serta tata cara pemilihannya. Anggota BPD tersebut dipilih dari calon-calon yang diajukan oleh kalangan agama, pemuda, perempuan, organisasi sosial politik, golongan profesi dan unsur pemuka masyarakat lainnya yang memenuhi persyaratan. Proses pemilihannya dilakukan secara langsung oleh masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif yang menekankan pada upaya untuk mengungkapkan fakta atau memberikan gambaran yang objektif tentang keadaan yang sebenarnya terjadi secara tepat dan rinci dalam menjelaskan dan menggambarkan kinerja BPD dalam pelaksanaan fungsi dan wewenangnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan daftar angket, teknik wawancara mendalam dengan responden, dan melakukan pengamatan langsung (observasi) di lapangan serta dokumentasi dengan memanfaatkan data-data yang ada kaitanya dengan BPD. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data umum ( sekunder ) tentang lokasi penelitian meliputi : keadaan geografis, demografis, ekonomi, susbud dan keadaan tata pemerintahan desa termasuk BPD. Sedangkan data khusus ( primer ) berupa data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden yang berhubungan dengan kinerja BPD dilihat dari faktor : responsivitas, efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan fungsinya sebagai penyambung aspirasi masyarakat desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara umum kinerja BPD di desa Ciangsana, Cicadas dan Tlajung Udik masih rendah, namun bila dibandingkan satu sama lainnya, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kinerja BPD di desa Ciangsana sudah lebih baik dari BPD di desa Cicadas dan Tlajung Udik. Rendahnya kinerja BPD di desa Cicadas dan Tlajung Udik dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat responsivitas, efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan fungsinya. Dari faktor responsivitas rendahnya kinerja BPD ini dapat dilihat dari masih rendahnya frekuensi aktivitas atau pertemuan yang dilakukan dalam menjaring aspirasi masyarakat, faktor efektivitas ditinjau dari masih sedikitnya action atau kebijakan dalam pelaksanaan peraturan desa bersama pemerintah desa dan dari faktor akuntabilitas jelas hal ini belum berjalan secara baik karena masih lemahnya pertanggungjawaban kepada masyarakat. Rendahnya kinerja BPD, juga dipengaruhi oleh faktor kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan dalam kaitannya dengan struktur organisasi belum efektifnya pemanfaatan sumber daya manusia serta belum me madainya dana operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BPD.
This research aims to see House of Villages Advisory (BPD) performance in Ciangsana Village, Cicadas Village and Tlajung Udik Villages in Districts of Gunung Putri, Bogor Regency by compare that three villages, and what the influence factors. BPD in Ciangsana village, Cicadas and Tlajung Udik formed in November 2000 based on Regions Regulations of Bogor Regency No. 4/2000 about House of Villages Representative (BPD) and the election rules. Members of House of Billages Advisory (BPD) has chosen from candidates submitted by religions community, youth community, woman community, Socio politic organizations, profesionals and the other society leader element. The election process is done direct by people. Methods of this research use Qualitative Descriptive suppressing in efforts to uncover facts or give the correct and detail objective descriptions about actually condition happen to explaining and describing House of Villages Advisory (BPD) performance in function of execution and the authority. Research done using inquiry lists, deepen interview techniques, direct observation and documentations using correlated data to House of Villages Advisory (BPD). Data used in this research consist from secondary data on research locations: a Geographical condition, Demographic, Economys, Socio Culture and condition of village government is interred House of Villages advisory (BPD). The primary data got from interview to respondents about House of Villages Advisory (BPD) performance on factors: responsivities, effectiveness and accountabilities the function of execution and gathering aspirations from their society. Results of this Research show the House of Vilalges Advisory (BPD) performance in Ciangsana vilalge, Cicadas and Tlajung Udik is still low, but if compared one to the other, based on research show that House of Villages Adivosry (BPD) in Ciangsana vilalge better than House of Villages Adivsory (BPD) in Cicadas village and Tlajugn Udik village. The low performances of the House of Villages Advisory (BPD) at villages Cicadas and Tlajung Udik can be seen from the low frequency of activities or meetings to gathering society aspirations, effectiveness factors seen by least action or wisdoms in village regulations executions with village’s government and from accoutnabilities factors not good enough because there is a weak responsibility to their society. The low performance of House of Villages Advisory (BPD), also influenced by low human resource quality factor in organisations structure, and operational funds is enough yet to operating BPd executions and functions.
Kata Kunci : Kinerja BPD,Kualitas SDM dan Finansial