Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana di Kawasan Pesisir Kota Palopo
ANDI AKAJI PUTRA P, DEVA FOSTERHAROLDAS, ST., M.Sc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABencana alam merupakan fenomena atau kejadian yang tidak dapat dihindari, di mana dari tahun ke tahun kejadiannya dapat meningkat dengan pesat. Bencana alam sendiri dapat terjadi karena proses alami atau akibat adanya aktivitas manusia yang merusak alam. Resiko bencana pada dasarnya dapat diminimalisir dengan cara menguatkan masyarakat atas bencana. Seperti diketahui bahwa bencana hanya akan menimpa masyarakat dengan ketahanan yang rendah sedangkan masyarakat yang ketahanannya terhadap bencana relatif besar akan sedikit atau sama sekali tidak terkena resiko bencana. Dalam upaya mengurangi akibat dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana, dibutuhkan manajemen bencana yang kontekstual sesuai dengan jenis wilayah dan karakteristik masyarakat. Kawasan pesisir Kota Palopo merupakan daerah yang rawan terhadap bencana. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo tahun 2015-2017, sering terjadi bencana seperti angin puting beliung, banjir, dan kebakaran di Kelurahan Penggoli dan Kelurahan Pontap. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan masyarakat terhadap bencana di kawasan pesisir Kota Palopo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Untuk pengumpulan data primer diperoleh di lapangan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari majalah, buletin, publikasi dari berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi seperti kementerian, hasil-hasil studi, tesis, jurnal, hasil survei, study histories, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan masyarakat terhadap bencana di kawasan pesisir Kota Palopo masuk dalam kategori baik. Adapun yang mempengaruhi adalah faktor internal yang berasal dari karakteristik masyarakat lokal dengan kerentanan sosial ekonomi dan faktor eksternal adanya kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Kota Palopo) melalui program NUSP-2 (Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase II) yang mendukung upaya peningkatan kualitas lingkungan sehingga tercipta ketahanan masyarakat terhadap bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Natural disasters are unavoidable phenomena or events, what happens increases rapidly. Natural disasters themselves can occur due to natural processes or due to human activities that damage nature. Disaster risk can basically be minimized by strengthening the community for disasters. As it is known that disasters will only befall communities with low resilience, while communities with relatively high resilience to disasters will not be at all or not at all risk of disaster. In an effort to reduce the consequences and losses caused by disasters, contextual disaster management is needed in accordance with the type of region and characteristics of the community. The coastal area of Palopo City is an area prone to disasters. Based on data Regional Disaster Management Agency (BPBD) in 2015-2017 Palopo City, frequent disasters such as tornadoes, floods, and fires in the Penggoli and Pontap Villages. Based on these problems, this study which is two of several coastal sub-districts in Palopo City aims to describe community resilience to disasters and find factors that influence community resilience to disasters in the coastal area of Palopo City. The research method used a qualitative descriptive approach. Data collection techniques used primary data and secondary data. collecting primary data obtained in the field through interviews, observation, and documentation. While secondary data is obtained from magazines, newsletters, publications from various organizations, attachments from official bodies such as ministries, results of studies, theses, journals, survey results, historical studies, and so forth. The results showed that community resilience to disasters in the coastal area of Palopo City was in a good category. The influenced are internal factors originated characteristics of the local community with socio-economic vulnerability and external factors regarding the policies of the central government and local government (Palopo City) through the NUSP-2 (Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase II) program that supports efforts to improve environmental quality thus created community resilience to disaster and preparedness in the face of disasters.
Kata Kunci : Ketahanan Masyarakat, Kawasan Pesisir Kota Palopo, Program NUSP-2.