Afiks Verbal Infleksional Bahasa Ciacia
NUR FAJRHI, Dr. Aris Munandar, M.Hum.
2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKINTISARI Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk, fungsi, dan makna afiks inflkesional pada bahasa Ciacia berdasarkan ciri-ciri afiks infleksional oleh Bauer (1988). Data merupakan data bahasa tulis dan data bahasa lisan dalam bentuk kalimat. Data tertulis diperoleh melalui buku pelajaran bahasa Ciacia yang digunakan untuk sekolah dasar, cerita rakyat , status pada grup facebook Bugi-Karya Baru Community (BKBC), serta percakapan pada grup WhatsApp Reuni Akbar MHS Laporo selama bulan Januari-Maret 2018. Data lisan diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan cara lepas atau merekam aktivitas percakapan di tempat-tempat tertentu (misalnya acara keluarga atau pernikahan) dan data buatan yang berdasarkan intuisi kebahasaan yang dimiliki penulis sebagai penutur BC yang kemudian diverifikasi oleh informan keabsahan datanya. Data yang dikumpulkan kemudian ditulis ulang dengan menggunakan huruf latin, lalu dipilah berdasarkan afiks yang memiliki pola yang sama menggunakan metode agih, diuji menggunakan metode subtitusi dan teknik ekspansi. Hasil penelitian menunjukkan (1) lima bentuk afiks infleksi dalam BC, yaitu prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan gabung. Bentuk prefiks o-, to-, m-, ka-, no-, noka-, a-, ta-, cu-, cuka-, na-, dan naka- merupakan pemarkah subjek, kala, dan juga modalitas. Prefiks lainnya yang ditemukan adalah ci- yang merupakan pemarkah pasif, po- yang merupakan pemarkah resiprokal, dan ni- yang membentuk klausa relatif. Bentuk infiks yang ditemukan adalah infiks -um- yang memarkahi aspek inkoatif. Bentuk sufiks yang ditemukan adalah sufiks pemarkah objek -au, -sau, -sami, -kita, -so, -iso, -simiu, -e, dan -isie, pemarkah aspek perfektif -mo, dan pemarkah aspek imperfektif -po. Bentuk konfiks yang ditemukan adalah konfiks -um- -no sebagai pembentuk klausa relatif yang menerangkan subjek dan gabungan ni- -no sebagai pembentuk klausa relatif yang menerangkan objek; (2) Kemunculan afik-afiks infleksional ini selalu muncul dalam urutan yang paradigmatik sehingga fungsi dan makna dari afiks-afiks tersebut dapat teramalkan; (3) Identitas kebudayaan terlihat dari penggunaan afiks-afiks infleksional tersebut; dan (4) Keberadaan afiks-afiks ini sebagai bukti pendapat Blust (2013) bahwa bahasa-bahasa di Sulawesi memiliki tipologi quasi-polisintetik.
ABSTRACT This study aims to outline the form, function, and meaning of inflectional affixes in Ciacia language based on some characteristics of the affixes promoted by Bauer (1988). This study uses sentences as data and the data were oral data and written data. The oral data was collected in two ways, namely recording some conversations in real life and making artificial data by the researcher as she is the speaker of the language and later confirmed by other informants. The written data was collected from student book of Ciacia language, folklores, statuses and comments from Facebook group Bugi-Karya Baru Community (BKBC), and conversations in WhatsApp group Reuni Akbar MHS Laporo from January to March 2018. The collected data is then translated orthographically, separated based on the similarities form of the data using immediate constituent analysis, and then tested using substitution and expansion method. The result shows that (1) there are five forms of affixes found as inflectional affixes namely prefix, infix, suffix, confix, and affix combination. Prefix o-, to-, m-, ka-, no, noka-, a-, ta-, cu-, cuka-, na-, and naka- mark subject person and number, tenses, and moods, prefix ci- marks passive voice, prefix po- mark reciprocal aspect, and prefix ni- forms relative clause. The only one infix is infix -um- that marks inchoative aspect. Suffix o-, to-, m-, ka-, no, noka-, a-, ta-, cu-, cuka-, na-, and naka- mark object person and number, suffix -mo marks perfective aspect, and -po marks imperfective aspect. Moreover, confix -um- -no forms a relative clause that describes the subject of a sentence and affix combination ni- -no forms a relative clause that describes the object of a sentence; (2) The affixes appear in paradigm so that the function and meaning can be predicted; (3) The usage of these affixations reflects the speakers culture; and (4) The presence of the affixes proves Blust (2013) opinion that Celebic group of West Malayo Polynesian's typology is quasy- polysynthetic.
Kata Kunci : Bahasa Ciacia, Afiks Infleksional, Pemarkah Subjek, Kala, Aspek