Laporkan Masalah

Manajemen Laba Sebelum dan Sesudah Konvergensi IFRS Studi Empiris pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2012

SOEDWIWAHJONO, KARTIKA MAYANG WINAYU (Adv.: Wiwin Rahmanti, S.E., M.Com.), Wiwin Rahmanti, S.E., M.Com.

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini merupakan sebuah studi empiris pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Burda Efek Indonesia mengenai manajemen laba sebelum dan sesudah konvergensi IFRS di Indonesia. IFRS sekarang ini menjadi isu paling hangat di dunia akuntansi. IFRS diklaim lebih baik dibanding dengan standar- standar yang pernah ada sebelumnya. Dalam penelitian ini digunakan akrual diskresional, proksi manajemen laba, untuk melihat kualitas dari IFRS. Hipotesisnya, IFRS membuat akrual diskresional turun.

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bukti empiris bahwa standar akuntansi internasional, IFRS, yang diterapkan secara konvergensi di Indonesia menyebabkan penurunan manajemen laba perusahaan-perusahaan selain bank dan lembaga keuangan.

Akrual diskresional dihitung dengan menggunakan model Jones (1991) dengan menggunakan sampel sebanyak 114 perusahaan selain bank dan lembaga keuangan. Data merupakan data sekunder dan diperoleh dengan metode purposive sampling method dari www.idx.co.id dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji beda.

Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan manajemen laba sebelum dan sesudah IFRS tetapi diindikasi bahwa perbedaan tersebut cenderung merupakan peningkatan manajemen laba. Hal ini diduga karena IFRS baru diterapkan sehingga belum tampak pengaruhnya.

This research is an empirical study of listed companies in Bursa Efek Indonesia regarding to earnings management before and after IFRS convergence in Indonesia. Nowadays, IFRS becomes hot topic in accounting. IFRS is claimed as better standard than the other standards. This research used discretionary accruals, earnings management proxy, to prove the quality of IFRS. IFRS will decrease discretionary accruals.

The objective of this research is to get evidence that international standard, IFRS, which is used in Indonesia as convergence will decrease earnings management the listed companies (non-financial institution).

Discretionary accrual is calculated using Jones model (1991) and using 114 companies as samples. This research used secondary data from www.idx.co.id and Indonesian Capital Market Directory (ICMD) with purposive sampling method.

Result of this research is there is a earnings management difference before and after IFRS convergence, but it indicated that the difference tend to be an increasing.

Kata Kunci : IFRS, manajemen laba, standar internasional, akrual diskresional, earnings management, international standard, discretionary accruals


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.