Laporkan Masalah

Analisis laporan keuangan Sebagai Alat prediksi Kebangkrutan Bank

Lisetyati, Eni (Adv: Prof. Dr. Zaki Baridwan, M. Sc.), Prof. Dr. Zaki Baridwan, M. Sc.

2015 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat analisis laporan keuangan untuk memprediksi kebangkrutan bank di Indonesia. Prediksi itu dilakukan dengan melihat apakah rasio keuangan tertentu pada bank-bank yang bangkrut berbeda dengan rasio keuangan bank-bank yang tidak bangkrut dan apakah rasio keuangan bank yang bangkrut dari tahun ke tahun berubah secara signifikan. Penelitian ini juga berusaha untuk mengetahui sejauhmana kemampuan rasio keuangan tertentu memprediksi kebangkrutan bank. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 11 rasio keuangan dari kriteria CAMEL yang dipilih dari rasio keuangan yang signifikan berdasarkan

penelitian sebelumnya, dan disesuaikan dengan ketersediaan data dalam laporan keuangan bank yang dipublikasikan kepada publik selama tahun 1993-1997. Bank yang dipilih untuk diteliti sebanyak 161 bank terdiri dari 9 bank bangkrut dan 60 bank tidak bangkrut yang digunakan sebagai sampel estimasi dan 32 bank bangkrut dan 60 bank tidak bangkrut yang dipakai sampel validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio keuangan biaya operasi per pendapatan operasi, laba bersih per total aktiva, dan rasio kredit yang diberikan per dana masyarakat yang dihimpun, signifikan berbeda sejak 4 tahun sebelum terjadi kebangkrutan. Sedangkan rasio kredit yang diberikan per total modal menunjukkan signifikan berbeda 3 tahun sebelum kebangkrutan. Rasio antara pendapatan bunga bersih per pendapatan bunga bersih ditambah pendapatan bukan bunga menunjukkan signifikan berbeda 2 tahun sebelum bangkrut. Sedangkan rasio laba bersih per total ekuitas dan rasio aktiva lancar per total aktiva menunjukkan basil yang signifikan berbeda 1 tahun sebelum terjadinya kebangkrutan. Hasil lain yang diperoleh adalah rasio keuangan bank yang bangkrut dari tahun ke tahun mengalami perubahan, tetapi tidak signifikan. Pengujian multivariate dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh rasio keuangan yang dipilih melalui prosedur backward stepwise (conditional) bersamasama mampu memprediksi dengan benar bank yang akan bangkrut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemampuan prediksi terhadap sampel estimasi mencapai 90,58% benar dengan titik cut-off 0,5. Sedangkan kemampuan prediksi terhadap sampel validasi hanya menghasilkan 67,39% benar dengan titik cut-off yang sama.

This study is written to know the use of financial statements analysis and therefore to predict bank bankruptcy in Indonesia. This prediction is made in order to see whether a certain financial ratio in some bankrupt banks is different from those which are not bankrupt; this also to find the financial ratio of bankrupt bank from years to years is changed significantly. Also, this study tries to know how certain financial ratio capability predicts bank bankruptcy. The variable used is 11 financial ratio from CAMEL criteria selected from significant financial ratio based on former study and in accordance with the limited data in financial statement of banks published during the year 1993-1997. There are 161 banks selected for this study; it consists of 9 bankrupt banks and 60 non bankrupt banks used for estimation sample; 32 bankrupt bank and 60 non bankrupt banks used for validation sample. The result of this study shows that operating expense per operating income, net income per total assets, and loan per saving significantly different since 4 years before bankruptcy, while loan/total equity shows significantly different 3 years before bankruptcy. Ratio net interest expense per net interest expense plus non interest expense shows significantly different 1 year before bankruptcy. The other findings is that the financial ratio of the bankrupt banks from years to years has a change but not significant. The multivariate test (logistic regression) is used to know how far financial ratio chosen by backward stepwise (conditional) procedure together is able to product correctly which bank will be bankrupt. The result is that prediction power for estimation sample reaches to 90,58% correct with the point of cut-off is 0,50 and prediction power to validation sample produce only 67,39% correct with the same cutt-off point.

Kata Kunci : bankruptcy/failure, logistic regression, financial ratio, prediction power, estimation sample, validation sample, Kebangkrutan/kegagalan, regresi logistik, rasio keuangan, kemampuan prediksi, sampel estimasi, sampel validasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.