DIMENSI METAFISIK KITAB MUJARABAT
LUTHFIN MAHAMIDA, Prof. Dr. Joko Siswanto; Dr. Rr. Siti Murtiningsih
2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATSebuah kisah dalam kitab Khawas Al-Quran karangan Al-Ghozali, yang menceritakan kisah Imam Malik dan Harun Ar-Rosyid, tentang khasiat amalan ayat ayat Al-Quran menjadi latar belakang penulisan karya tulis ini, pengetahuan tersebut sering disebut dengan ilmu tibb. Dalam komunitas pondok pesantren atau islam santri, ilmu yang cukup populer ini menjadi sebuah fenomena. Fenomena ini membuat para santri melakukan sesuatu di luar kebiasaan manusia, seperti puasa dengan berbagai pantangan, puasa mutih, puasa ngrowot, riyadhoh khusus, dan lainya. Cara mempelajari ilmu tibb ini dengan mengkaji kitab mujarabat, bagi para santri mengkaji kitab mujarabat ini harus memenuhi syarat yang dikhususkan. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research). Metode yang dipakai adalah metode Hermeneutika, unsur metode tersebut adalah: interpretasi, deskriptif, koherensi, dan heuristik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Hakikat Kitab Mujarabat yang diperoleh dari kajian beberapa kitab, serta realitas yang-ada dalam kitab mujarabat, seperti; mantra, hari buruk dan hari baik, kepercayaan dan doa-doa (2) Pemikiran filsafat yang dapat ditemukan di dalam Kitab Mujarabat adalah mengenai Tuhan, Manusia dan Alam (3) Dimensi metafisik yang ditemukan di dalam Kitab Mujarabat ada 4. Pertama, membahas tentang dimensi kuantitas realitas, dimensi kuantitas ini membahas tentang Apakah Kenyataan itu Tunggal atau Jamak? Ditemukan dalam kitab Mujarabat tentang konsep Monisme. Kedua, dimensi kualitas realitas yang mempertanyakan Apakah kenyataan itu Jasmani atau Rohani? Dapat diketahui melalui kunci pemahaman kenyataan yaitu manusia dan alam, bahwa realitas dalam kitab Mujarabat adalah Rohani. Ketiga, membahas dimensi dinamika realitas, yang mempertanyakan Apakah kenyataan itu memiliki dinamika? Melalui manusia sebagai titik tolak kenyataan, dipahami bahwa realitas dalam kitab Mujarabat itu tidak membutuhkan waktu dan ruang serta tidak berawal dan tidak berakhir. Keempat, dimensi harmoni realitas dalam kitab mujarabat ini ialah suatu kebaikan, yang harus dicapai dengan laku/riyadhoh, yang terkadang dalam mencapai sebuah kebaikan tersebut belum tercapai, maka hal ini dianggap sebagai sebuah kesalahan yang harus diulangi lagi dalam proses mencapai kebaikan tersebut.
A story in Al-Ghozali's Khawas Al-Quran, which tells the story of Imam Malik and Haron Ar-Rosyid, about the efficacy of the verse of the verses of the Qur'an, is the reason for the writing of this scientific work, that knowledge is often called the science of tibb. In pondok pesantren or santri-islamic, this quite popular science becomes a phenomenon. This phenomenon makes the santri do something out of the human habit, such as fasting with various taboos, fast mutih, fast ngrowot, riyadhoh, and others. How to study this science by reviewing the book of mujarabat, for the santri review this book of mujarabat must meet the specified requirements. This research is Library Research. The method used is the method of Hermeneutics, elements of the method are: interpretation, descriptive, coherence, and heuristics. The results obtained in this study are (1) The essence of the Book of Mujarabat obtained from the study of several books, as well as the reality which is in the book of mujarabat, such as; mantras, bad days and good days, beliefs and prayers (2) The philosophical thinking that can be found in the Mujarabat is about God, Man and Nature (3) The metaphysical dimension found in the Book of Mujarabat is four. First, the dimension of the quantity of reality, the quantity dimension discussing about Is Reality Single or Plural? Found in the book of Mujarabat about the concept of Monism. Second, the dimension of the quality of reality that questions Is the fact physical or spiritual? It can be known through the key to understanding the reality of man and nature, that reality in the book of Mujarabat is spiritual. Third, discussing the dimensions of the dynamics of reality, which question Does the fact have dynamics? Through man as the starting point of reality, it is understood that the reality in the book of the Mujarabat does not require time and space and has no beginning and no end. Fourth, the dimension of the harmony of reality in the book of mujarabat is a kindness, which must be achieved with the laku/riyadhoh, which sometimes in reaching a goodness has not been achieved, then this is regarded as a mistake that must be repeated again in the process of achieving the good.
Kata Kunci : Metafisika, Kitab Mujarabat, Santri